<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gadis17tahun&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://gadis17tahun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gadis17tahun.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Feb 2010 12:41:13 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gadis17tahun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gadis17tahun&#039;s Blog</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gadis17tahun.wordpress.com/osd.xml" title="Gadis17tahun&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gadis17tahun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Seks dengan ABG Bule</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/20/seks-dengan-abg-bule/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/20/seks-dengan-abg-bule/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 12:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[17tahun cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun ke]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun sesama]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun sesama pria]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 th]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 thn]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun ke]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jorok]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ngentot 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[gadis 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[situs 17 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Jam sudah menunjukkan pukul 2.00 siang. Hari ini berlalu dengan sangat membosankan. Meeting tentang implementasi software masih saja berlangsung sedari pagi tadi. Si konsultan yang sok pinter itu masih melakukan presentasi tentang feature-feature softwarenya. Sudah penat pikiranku mendengarnya, sehingga kadang kala aku berpikir.. Kalau saja ini semua cuma film, aku tinggal menekan tombol “fast forward” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=22&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content">
<p>Jam sudah menunjukkan pukul 2.00 siang. Hari ini berlalu dengan sangat  membosankan. Meeting tentang implementasi software masih saja berlangsung sedari  pagi tadi. Si konsultan yang sok pinter itu masih melakukan presentasi tentang  feature-feature softwarenya. Sudah penat pikiranku mendengarnya, sehingga kadang  kala aku berpikir.. Kalau saja ini semua cuma film, aku tinggal menekan tombol  “fast forward” saja biar cepat selesai. Aku terpaksa ikut meeting ini karena  semua board of management datang, termasuk the big boss.., my dad.</p>
<p>Begitu seriusnya meeting tersebut, hingga makan siangpun dilakukan di ruang  meeting dengan membeli nasi kotak. Shit! Because having lunch is my favorite  time in the office.. He.. He..</p>
<p>Jam 3.15 selesai jugalah segala macam cobaan ini. Aku bergegas kembali ke  ruanganku bersama Lia, sekretarisku. Di lobby tampak resepsionis baru, Dian,  tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda hormat. Kubalas senyumnya sambil  memperhatikan Noni yang duduk di sebelah Dian. Resepsionis yang satu lagi ini  tampak jengah dan pura-pura tidak melihatku. Memang akhir-akhir ini dia tampak  ketakutan bila bertemu, mungkin karena sering aku pakai dia untuk memuaskan  nafsu birahiku.</p>
<p>Resepsionis baru Dian, adalah bekas pegawai salon langgananku. Aku rekrut dia  karena memang kantorku butuh resepsionis cadangan kalau-kalau Noni tidak masuk.  Tetapi alasan utama adalah karena bentuk fisik terutama buah dadanya yang amat  mengusik nafsu kelelakianku.</p>
<p>Lia kembali ke mejanya, sedangkan aku masuk ke ruanganku. Sesampai di dalam,  kuhempaskan tubuhku di kursi sambil menghela nafas panjang. Kubuka laptopku  untuk browsing internet guna menghilangkan penat. Aku buka situs “barely legal  teens” yang menampilkan ABG bule yang cantik-cantik. Melihat gambar-gambar itu,  tiba-tiba aku teringat pengalamanku beberapa tahun yang lalu ketika aku masih  kuliah di Amerika.</p>
<p>*****</p>
<p>Aku tinggal di sebuah apartemen di daerah Anaheim, California. Apartemenku  ini terletak tak jauh dari Disneyland, sehingga banyak turis yang berkunjung ke  daerah itu. Aku mengambil pasca sarjana di sebuah universitas yang tak jauh dari  apartemenku. Singkat kata, lokasi apartemenku ini strategis sekali, kemana-mana  dekat.</p>
<p>Kadang kala di akhir pekan, bila tidak ada acara lain, aku berkunjung ke  rumah sepupuku di Long Beach. Sepupuku ini, Linda, berusia jauh lebih tua  dariku, dan mempunyai anak laki-laki remaja. Namanya Franky, berumur 17 tahun,  dan waktu itu duduk di bangku SMA/high school.</p>
<p>Pada suatu hari, aku mendapat undangan bbq dari Linda, sepupuku itu. Kukebut  Honda Civic-ku menembus belantara highway menuju Long Beach. Tak lama, akupun  sampai di rumahnya yang mempunyai pekarangan cukup luas.</p>
<p>“Hi.. Bert, ayo masuk” Linda menyapaku.<br />
“Sombong nih udah lama nggak ke  sini”<br />
“Sedang sibuk nih, banyak tugas” alasanku.</p>
<p>Memang beberapa minggu ini aku menghabiskan akhir minggu bersama-sama dengan  teman-temanku.</p>
<p>“Hi.. Oom Robert” Franky menyapaku.<br />
“Gimana notebook-nya sudah nggak  pernah ngadat lagi khan?”<br />
“Nggak Frank.. Kamu memang jago” pujiku.</p>
<p>Franky ini memang terkenal pintar, dan hobby komputer. Notebook-ku yang rusak  bisa dia perbaiki, sedangkan saat aku bawa ke toko tempat aku membeli, aku  disarankan untuk membeli yang baru saja. Wajahnya pun ganteng, hanya saja dia  agak sedikit feminin. Berkacamata, selalu berpakaian rapi, dengan rambut kelimis  disisir ke samping, membuatnya tampak smart, santun, dan.. Anak Mami.</p>
<p>“Ini Oom, kenalin my special friend” katanya.</p>
<p>Agak kaget juga aku melihat gadis ABG yang muncul dari dalam. Dia gadis bule  seusia Franky, dengan tubuh yang tinggi semampai dan rambut pirang sebahu.</p>
<p>“Hi.. I am Kirsten” katanya menyapaku.<br />
“Hello.. I am Robert. Nice to meet  you” kataku sambil menatap matanya yang berwarna biru.<br />
“Hebat juga kamu  Frank” kataku menggoda. Diapun tertawa senang.</p>
<p>Kami pun lalu ke halaman belakang, dimana bbq diadakan. Beberapa tamu telah  datang. Freddy, suami Linda tampak sedang mempersiapkan peralatannya. Akupun  kemudian berbincang basa-basi dengannya.</p>
<p>Sepanjang acara, kadang aku lirik Kirsten, ABG bule itu. T-shirt warna hijau  ketatnya memperlihatkan tonjolan buah dadanya yang terbungkus BH. Karena ukuran  buah dadanya yang besar, saat dia berjalan, buah dadanya itupun bergoyang-goyang  menggemaskan. Ditambah dengan celana pendek jeans yang memperlihatkan pahanya  yang mulus menambah indahnya pemandangan saat itu. Celana jeans yang pendek itu  kadang memperlihatkan sebagian bongkahan pantatnya. Memang saat itu sedang musim  panas, sehingga mungkin wajar saja berpakaian minim seperti itu.</p>
<p>“Bert, kita mau minta tolong nih. Aku dan Freddy mau ke pesta penikahan  temanku di New York. Tolong ya kamu jagain rumah sama si Franky. Tolong awasin  dia supaya nggak macem-macem” Linda meminta bantuanku ketika kami telah  menyantap makan malam kami.<br />
“Yach OK deh.. Asal ada oleh-olehnya saja”  jawabku.<br />
“Beres deh..” sahut Linda sambil tertawa.<br />
“Memang perlu juga nih  pergantian suasana untuk beberapa hari”, pikirku.</p>
<p>*****</p>
<p>“Frank.. Oom pergi dulu ke kampus. Ada tugas kelompok nih. Pulangnya agak  malam, OK. Take care, and behave”<br />
“Iya Oom.. Jangan kuatir.” jawabnya sambil  memakan cerealnya.</p>
<p>Sesampai di kampus, aku pun mulai menyelesaikan tugas bersama kelompokku.  Ternyata cepat selesai juga tugas tersebut. Setelah makan siang di cafetaria,  akupun kembali ke rumah sepupuku.</p>
<p>Tiba di depan rumah sepupuku itu, tampak sebuah mobil lain sedang parkir di  halaman rumah. Akupun tak ambil pusing dan masuk ke ruang tamu lewat pintu  belakang. Saat duduk si sofa, tiba-tiba kudengar suara-suara mencurigakan dari  dalam kamar Franky. Akupun mengendap-endap menuju jendela kamarnya yang terkuak  sedikit. Di dalam kulihat Kirsten sedang menciumi Franky dengan bernafsu.</p>
<p>“Come on open your mouth a little bit” katanya sambil kemudian terus menciumi  Franky yang tampak kewalahan.<br />
“Here touch my breasts” Kirsten menarik tangan  Franky untuk kemudian diletakkannya di dadanya yang terbungkus tank top warna  pink.</p>
<p>Aku terbeliak melihat pemandangan ini, dan tiba-tiba saja akalku berjalan.  Aku bergegas ke ruanganku untuk mengambil videocam yang kugunakan kemarin untuk  merekam pesta bbq. Saat aku kembali mengintip ke kamar Franky, tampak Kirsten  mengangkat tank topnya sehingga menampakkan buah dadanya yang mulus dan ranum di  depan wajah Franky.</p>
<p>“You may kiss them.. Come on.. Suck my breasts” katanya. Franky masih tampak  terdiam bengong sehingga Kirstenpun tampak tak sabar dan menarik kepalanya  menuju buah dadanya.<br />
“Ahh.. Shit.. Yeah.. Suck it.. That’s right.. Ahh”  erangnya ketika Franky mulai menghisapi buah dadanya yang putih mulus berputing  merah muda itu.</p>
<p>Kemaluanku memberontak di dalam celanaku, tapi tetap aku berkonsentrasi  merekam semua adegan ini.</p>
<p>“Now it’s my turn. I want to suck your cock. I want to taste Indonesian cock”  Kirsten berkata seperti itu sambil berlutut di depan Franky. Dibukanya celana  Franky sehingga tinggal celana dalamnya saja yang masih tertinggal.</p>
<p>Kirsten mulai menjilati kemaluan Franky dari luar celana dalamnya, sambil  matanya menatap menggoda ke arah Franky.</p>
<p>“You like that? Hmm.. You like that? ” erangnya menggoda.<br />
“Ohh..”  tiba-tiba Franky mengejang dan tampak cairan ejakulasinya membasahi celana  dalamnya.<br />
“Shit.. Franky.. You came already?” tampak Kirsten  kecewa.<br />
“You’ve never done this before huh?”</p>
<p>Frankypun tertunduk lesu, sementara Kirsten dengan sedikit kesal membenahi  pakaiannya dan kembali bangkit berdiri. Saat itu aku mengambil keputusan untuk  menerjang masuk ke dalam. Pintu ternyata tidak terkunci, dan mereka tampak kaget  melihat aku masuk membawa video camera.</p>
<p>“What the hell are you doing?!!” tanyaku.<br />
“Oh anu Oom.. Nggak kok.. Anu..”  Franky tampak terbata-bata tidak bisa menjawab.<br />
“It is not what it looks  like. Nothing happened, sir..” Kirstenpun tampak agak sedikit  ketakutan.<br />
“Hey.. I got all the proof here” sahutku.<br />
“I am going to tell  your Mom and your parents too, Kirsten”<br />
“Please don’t.. Sir” tampak Kirsten  mulai panik dan mencoba merayuku agar menyimpan rahasia ini. Sementara Franky  tampak pucat pasi sambil mengenakan kembali pakaiannya.<br />
“Stay here.. I want  to talk with both of you” kataku sambil keluar membawa videocam meninggalkan  mereka berdua. Kusimpan baik-baik barang bukti ini.</p>
<p>Sekembalinya ke ruangan itu, Franky dan Kirsten tampak gelisah duduk di tepi  ranjang. Persis seperti maling yang tertangkap di tayangan Buser SCTV He.  He..</p>
<p>“You won’t tell anybody, will you sir? ” tanya Kirsten berharap.<br />
“Well..  It depends. If you let me fuck you.. I won’t” jawabku.</p>
<p>Aku memang horny sekali melihat Kirsten saat itu. Dengan rok mini dan tank  top-nya, tampak kesegaran tubuh ranum ABG bule ini.</p>
<p>“Lho kok..” tanya Franky kaget.<br />
“Iya Frank. Oom pengen ngerasain pacarmu  ini. Ngerti!! Sekalian kamu bisa belajar gimana lelaki sejati make love. Biar  nggak malu-maluin” jawabku.<br />
“You want to taste real indonesian cock, don’t  you? You little slut” kataku sambil meremas-remas rambut pirang Kirsten.</p>
<p>Akupun lalu duduk di samping gadis remaja bule ini di ranjang. Kuremas-remas  pundaknya yang mulus.</p>
<p>“Pindah sana.. Duduk di kursi!!” perintahku pada Franky.</p>
<p>Kutarik wajah cantik Kirsten, dan kukulum bibirnya. Sementara tanganku  meremas-remas buah dadanya dari balik tank topnya. Pertama kali dia tak  memberikan reaksi, akan tetapi setelah beberapa lama, dia mulai mengerang  nikmat.</p>
<p>“Hmm.. Hmm” erangnya ketika tanganku merogoh ke balik tanktopnya dan memilin  puting buah dadanya yang telah mengeras.</p>
<p>Kuangkat ke atas tank topnya sehingga buah dadanya yang tak tertutup BH  mencuat menantang di depan wajahku.</p>
<p>“You want me to suck your breast?” tanyaku.<br />
“Hmm.. Yeah.. Please sir..”  jawabnya mendesah.<br />
“Ahh.. Sstt.. Oh yeah..” erangnya lagi ketika buah dadanya  aku hisap sambil tanganku memainkan puting buah dadanya yang lain.<br />
“Ini  namanya nipple, Frank. Cewek biasanya suka kalau bagian ini dijilat dan dihisap.  Ngerti?” kataku sambil menunjukkan cara menjilat dan menghisap puting buah dada  kekasih cantiknya ini. Sementara Kirsten makin mengerang tak karuan menerima  kenikmatan yang diberikan mulutku di dadanya.<br />
“Ok now it is your turn to suck  my cock. You want it, right?” tanyaku sambil berdiri menghadapnya yang duduk di  atas ranjang.<br />
“Come on open your present, you naughty girl!!” perintahku  lebih lanjut.</p>
<p>Tangan halus Kirstenpun mulai membuka retsleting celanaku. Karena tak sabar,  akupun membantunya membuka celana itu berikut celana dalamnya. Tampak kemaluanku  sudah berdiri tegak dengan gagahnya di depan wajah cantik Kirsten.</p>
<p>“Is it big enough for you, Kirsten?” tanyaku sambil meremas-remas rambut  pirangnya.<br />
“Yes, sir.. Very big..” jawabnya sambil tangannya mengelus-elus  kemaluanku. Matanya yang biru indah tampak sedang mengagumi kemaluanku yang  besar.<br />
“What are you waiting for? Come on suck my big Indonesian cock. Let  your boyfriend watch!!” perintahku sambil sedikit mendorong kepalanya ke arah  kemaluanku.</p>
<p>Kirstenpun mulai mengulum kemaluanku. Sesekali dijilatinya batang kemaluanku  sambil matanya menatapku menggoda.</p>
<p>“You like it, huh?” tanyaku sambil meremas remas rambutnya gemas.<br />
“Yes..  Very much, sir” katanya sambil tersenyum manis.</p>
<p>Tangannya yang halus mengocok-ngocok kemaluanku. Dijilatinya kepala  kemaluanku, dan kemudian dikulumnya lagi senjata pamungkasku. Mulutnya yang  berbibir tipis khas orang bule tampak penuh disesaki kemaluanku. Kusibakkan  rambutnya yang jatuh menutupi, sehingga pipinya yang menonjol menghisapi  kemaluanku tampak jelas tertampang di hadapan Franky.</p>
<p>“Lihat Frank.. Cewekmu suka banget kontol Oom. Makanya kalau punya kontol  yang besar..” kataku menggoda Franky.</p>
<p>Di atas kursi, Franky terdiam bengong melihat pacar bulenya yang cantik  sedang dengan lahap menghisapi kemaluanku. Tampak Franky mulai terangsang karena  dia mulai memegang-megang kemaluannya sendiri.</p>
<p>“OK.. It’s time to fuck you” kataku sambil melepas baju yang kukenakan  sehingga aku sekarang sudah telanjang bulat.</p>
<p>Aku duduk di kursi di hadapan Franky dan kuminta Kirsten untuk menghampiriku.  Kusuruh dia duduk dipangkuan membelakangiku. Kuciumi pundak Kirsten yang masih  mengenakan tank topnya, dan kuraba pahanya yang putih menggairahkan itu.  Sesampai di celana dalamnya, kusibakkan celana itu ke samping sehingga tampak  vaginanya yang bersih tak berbulu, merekah mengundang. Kupermainkan jariku di  vaginanya, dan kuusap-usap klitorisnya. Tubuh Kirsten agak sedikit melonjak  sambil dia mengerang-erang kenikmatan.</p>
<p>“Yeaah.. That’s it.. That’s it” desahnya sambil menggelinjang.<br />
“Ini  namanya klitoris, Frank. Ini daerah paling sensitif. Catat itu!” kataku. Franky  tampak masih mengusap-usap kemaluannya sendiri melihat kekasih bulenya  kukerjai.<br />
“You want me to fuck you now?” tanyaku pada Kirsten yang terus  menerus mengerang dan mendesah.<br />
“Please.. Please..” jawabnya.<br />
“But your  boyfriend is looking” kataku lagi.<br />
“I don’t care. Please fuck me, sir..”  Kirsten menjawab sambil meraba-raba buah dadanya sendiri. Tanganku masih  mengusap-usap kemaluan gadis remaja cantik ini sementara mulutku menciumi  pundaknya yang bersih mulus.</p>
<p>Franky tiba-tiba berdiri dari kursi dan menuju Kirsten. Tangannya mengusapi  rambut Kirsten sementara tangannya yang lain mulai membuka retsleting celana  yang dikenakannya.</p>
<p>“Hey!! Mau ngapain kamu? Nggak usah ikut-ikut. Balik duduk sana. Kamu lihat  saja dulu!!” perintahku. Dengan menurut Frankypun kembali duduk menatap pacarnya  yang sedang akan disetubuhi Oomnya.</p>
<p>Kirsten mengarahkan kemaluanku ke vaginanya. Ketika dia merendahkan tubuhnya,  sedikit demi sedikit kemaluanku pun memasuki tubuhnya.</p>
<p>“Hmm.. Oh my god.. Ohh..” erangnya ketika vaginanya disesaki  kemaluanku.<br />
“You like that?” tanyaku.</p>
<p>Kirsten tak menjawab, akan tetapi dia mulai menaik turunkan tubuhnya di atas  pangkuanku. Badannya agak aku condongkan ke belakang hingga aku dapat menciumi  bibirnya, tatkala kemaluanku memompa vagina ABG bule cantik ini. Tanganku  menarik tanktopnya ke atas sehingga buah dadanya yang berayun-ayun menggemaskan  dapat aku remas sepuas hati.</p>
<p>“Perhatikan baik-baik Franky. Begini caranya memuaskan pacarmu!!” kataku di  sela-sela erangan Kirsten.</p>
<p>Setelah beberapa lama, aku turunkan tubuh Kirsten dari pangkuanku, dan  kutarik dia menuju ranjang. Kurebahkan tubuhku di ranjang dan Kirsten kemudian  menaiki tubuhku.</p>
<p>“I want to ride your big dick. Is it Ok, sir?” tanyanya.<br />
“Yes.. Do it. Let  your boyfriend watch and learn!” kataku.</p>
<p>Kembali vagina sempit Kirsten menjepit nikmat kemaluanku. Tubuh padatnya  tampak naik turun menikmati kelelakianku, terkadang digesek-gesekkannya  pantatnya maju mundur menambah sensasi nikmat yang aku rasakan.</p>
<p>“Oh my god.. So big.. Yes.. Yess.. Oh yess..” erang Kirsten sambil terus  memompa kemaluanku.</p>
<p>Kulihat Franky sekarang sedang mengocok kemaluannya sendiri. Mungkin sudah  tidak tahan dia melihat pacarnya aku setubuhi.</p>
<p>“Ohh.. I am cumming.. Yeahh..” jerit Kirsten sambil menjatuhkan tubuhnya  dipelukanku.</p>
<p>Tampak butiran keringat membasahi keningnya. Kuusap rambutnya dan kuciumi  wajahnya yang cantik itu.</p>
<p>“OK I want to cum in your pretty face. Suck it again” perintahku.</p>
<p>Kirstenpun kemudian menciumi wajahku, leherku kemudian menghisap puting  dadaku. Kemudian dengan gaya menggoda, dia menjilati perutku dan terus menuju ke  bawah. Tak lama kembali mulutnya menghisapi kemaluanku dengan bernafsu.</p>
<p>“Look at your boyfriend while you are sucking my cock!!” perintahku.</p>
<p>Kirsten pun menoleh ke kiri ke arah Franky sementara kemaluanku masih  menyesaki mulutnya. Tangannya menyibakkan rambutnya sendiri, sehingga pacarnya  dapat melihatnya dengan jelas ketika dia mengulum kemaluanku.</p>
<p>“Ehmm.. Ehmm..” erangnya sambil tangannya mengocok bagian bawah batang  kemaluanku yang tidak muat masuk ke dalam mulutnya.</p>
<p>Aku memandang Franky sambil mengelus-elus rambut pirang pacarnya yang cantik  ini. Tampak makin cepat Franky mengocok kemaluannya sendiri sambil menatap  Kirsten yang sedang menghisapi kemaluanku.</p>
<p>“Ahh” Tak lama Frankypun menjerit ketika dia mengalami orgasme. Sementara  Kirsten, pacarnya, masih menikmati kemaluanku dengan lahap.<br />
“Oh shit.. I am  cumming..” jeritku.</p>
<p>Kirsten membuka mulutnya ketika cairan ejakulasiku tersembur keluar mengenai  wajah dan mulutnya.</p>
<p>*****</p>
<p>Mengenang kejadian itu, terasa nafsu birahiku timbul. Terlebih setelah  melihat gambar di notebookku dimana seorang laki-laki sedang dihisap kemaluannya  oleh seorang wanita, sementara dia melahap buah dada wanita yang lain dengan  rakusnya.</p>
<p>“Masih ada waktu untuk melakukan seperti itu”, pikirku setelah melihat jam  tanganku. Memang sore itu aku ada janji untuk latihan driving dengan seorang  teman.<br />
“Lia.. Tadi bapak sudah pulang belum?” tanyaku lewat telepon pada  sekretarisku.<br />
“Sudah Pak.. Sehabis meeting tadi langsung pulang”  jawabnya.<br />
“Kalau gitu kamu kemari sebentar. Ajak Dian juga”, perintahku lebih  lanjut. Memang enak punya karyawati cantik.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=22&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/20/seks-dengan-abg-bule/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gadis Sampul</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/18/gadis-sampul/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/18/gadis-sampul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 12:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17th]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 18]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 2]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 3]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 4]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 5]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 6]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 7]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa blog]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa daun muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa hot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa ml]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa online]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa seks]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa tante]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa wap]]></category>
		<category><![CDATA[cerita lucu dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa cerita]]></category>
		<category><![CDATA[free cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[situs cerita dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu panas sekali ketika aku melangkah keluar dari kampus menuju ke mobilku di tempat parkir. Segera kupacu pulang mobilku, tapi sebelumnya mampir dulu beli es dawet di kios di pinggir jalan menuju arah rumahku. Setelah sampai rumah dan kumasukkan mobil ke garasi, segera kuganti baju dengan seragam kebesaran, yaitu kaos kutang dengan celana kolor. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=20&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang itu panas sekali ketika aku melangkah keluar dari kampus menuju ke  mobilku di tempat parkir. Segera kupacu pulang mobilku, tapi sebelumnya mampir  dulu beli es dawet di kios di pinggir jalan menuju arah rumahku. Setelah sampai  rumah dan kumasukkan mobil ke garasi, segera kuganti baju dengan seragam  kebesaran, yaitu kaos kutang dengan celana kolor. Kucuci tangan dan muka,  kemudian kuhampiri meja makan dan mulai menyantap makan siang lalu ditutup  dengan minum es dawet yang kubeli tadi, uaaaah… enak sekali… jadi terasa segar  tubuh ini karena es itu.</p>
<p>Setelah cuci piring, kemudian aku duduk di sofa, di ruang tengah sambil  nonton MTV, lama kelamaan bosan juga. Habis di rumah tidak ada siapa-siapa,  adikku belum pulang, orang tua juga masih nanti sore. Pembantu tidak punya.  Akhirnya aku melangkah masuk ke kamar dan kuhidupkan kipas angin, kuraih majalah  hiburan yang kemarin baru kubeli. Kubolak-balik halaman demi halaman, dan  akhirnya aku terhanyut.</p>
<p>Tiba-tiba bel pintu berbunyi, aku segera beranjak ke depan untuk membuka  pintu. Sesosok makhluk cantik berambut panjang berdiri di sana. Sekilas kulihat  wajahnya, sepertinya aku pernah lihat dan begitu familiar sekali, tapi siapa  ya..?<br />
“Cari siapa Mbak..?” tanyaku membuka pembicaraan.<br />
“Ehm… bener ini  Jl. Garuda no.20, Mas..?” tanya cewek itu.<br />
“Ya bener disini, tapi Mbak siapa  ya..? dan mau ketemu dengan siapa..?” tanyaku lagi.<br />
“Maaf Mas, kenalkan… nama  saya Rika. Saya dapat alamat ini dari temen saya. Mas yang namanya Adi ya..?”  sambil cewek itu mengulurkan tangan untuk bersalaman.<br />
Segera kusambut,  aduuuh… halus sekali tanganya.<br />
“Eng… iya, emangnya temen Mbak siapa ya..? kok  bisa tau alamat sini..?” tanyaku.<br />
“Anu Mas, saya dapat alamat ini dari Bimo,  yang katanya temennya Mas Adi waktu SMA dulu…” jelas cewek itu.</p>
<p>Sekilas aku teringat kembali temanku, Bimo, yang dulu sering main kemana-mana  sama aku.<br />
“Oooh… jadi Mbak Rika ini temennya Bimo, ayo silahkan masuk… maaf  tadi saya interogasi dulu.”<br />
Setelah kami berdua duduk di ruang tamu baru aku  tersadar, ternyata Rika ini memang dahsyat, benar-benar cantik dan seksi. Dia  saat itu memakai mini skirt dan kaos ketat warna ungu yang membuat dadanya  tampak membusung indah, ditambah wangi tubuhnya dan paha mulus serta betis  indahnya yang putih bersih menantang duduk di hadapanku. Sekilas aku taksir  payudaranya berukuran 34B.</p>
<p>Setelah basa-basi sebentar, Rika menjelaskan maksud kedatangannya, yaitu  ingin tanya-tanya tentang jurusan Public Relation di fakultas Fisipol tempat aku  kuliah. Memang Rika ini adalah cewek pindahan dari kota lain yang ingin  meneruskan di tempat aku kuliah. Aku sendiri di jurusan advertising, tapi  temanku banyak yang di Public Relation (yang kebanyakan cewek-cewek cakep dan  sering jadi model buat mata kuliah fotografi yang aku ambil), jadi sedikit  banyak aku tahu.</p>
<p>Kami pun cepat akrab dan hingga terasa tidak ada lagi batas di antara kami  berdua, aku pun sudah tidak duduk lagi di hadapannya tapi sudah pindah di  sebelah Rika. Sambil bercanda aku mencuri-curi pandang ke wajah cantiknya, paha  mulusnya, betis indahnya, dan tidak ketinggalan dadanya yang membusung indah  yang sesekali terlihat dari belahan kaos ketatnya yang berleher rendah. Terus  terang saja si kecil di balik celanaku mulai bangun menggeliat, ditambah wangi  tubuhnya yang membuat terangsang birahiku.</p>
<p>Aku mengajak Rika untuk pindah ke ruang tengah sambil nonton TV untuk  meneruskan mengobrol. Rika pun tidak menolak dan mengikutiku masuk setelah aku  mengunci pintu depan. Sambil ngemil hidangan kecil dan minuman yang kubuat, kami  melanjutkan ngobrol-ngobrol. Sesekali Rika mencubit lengan atau pahaku sambil  ketawa-ketiwi ketika aku mulai melancarkan guyonan-guyonan. Tidak lama, adik  kecilku di balik celana tambah tegar berdiri. Aku kemudian usul ke Rika untuk  nonton VCD saja. Setelah Rika setuju, aku masukkan film koleksiku ke dalam  player. Filmnya tentang drama percintaan yang ada beberapa adegan-adegan  ranjang. Kami berdua pun asyik nonton hingga akhirnya sampai ke bagian adegan  ranjang, aku lirik Rika matanya tidak berkedip melihat adegan itu.</p>
<p>Kuberanikan diri untuk merangkul bahu Rika, ternyata dia diam saja tidak  berusaha menghindar. Ketika adegan di TV mulai tampak semakin hot, Rika mulai  gelisah, sesekali kedua paha mulusnya digerak-gerakkan buka tutup. Wah, gila  juga nih cewek, seakan-akan dia mengundang aku untuk menggumulinya. Aku  beranikan diri untuk mengelus-elus lengannya, kemudian rambutnya yang hitam dan  panjang. Rika tampak menikmati, terbukti dia langsung ngelendot manja ke  tubuhku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan, langsung kupeluk tubuh hangatnya dan  kucium pipinya. Rika tidak protes, malah tangannya sekarang diletakkan di  pahaku, dan aku semakin terangsang lalu kuraih dagunya. Kupandang mata bulat  indahnya, sejenak kami berpandangan dan entah siapa yang memulai tiba-tiba, kami  sudah berpagutan mesra. Kulumat bibir bawahnya yang tebal nan seksi itu dan Rika  membalas, tangannya yang satu memeluk leherku, sedang yang satunya yang tadinya  di pahaku sekarang sudah mengelus-elus yuniorku yang sudah super tegang di balik  celanaku.</p>
<p>Lidah kami saling bertautan dan kecupan-kecupan bibir kami menimbulkan bunyi  cepak cepok, yang membuat semakin hot suasana dan seakan tidak mau kalah dengan  adegan ranjang di TV. Tanganku pun tidak mau tinggal diam, segera kuelus paha  mulusnya, Rika pun memberi kesempatan dengan membuka pahanya lebar-lebar,  sehingga tanganku dengan leluasa mengobok-obok paha dalamnya sampai ke  selangkangan. Begitu bolak-balik kuelus dari paha lalu ke betis kemudian naik  lagi ke paha. Sambil terus melumat bibirnya, tanganku sudah mulai naik ke  perutnya kemudian menyusup terus ke dadanya. Kuremas dengan gemas payudaranya  walau masih tertutup kaos, Rika merintih lirih. Lalu tanganku kumasukkan ke  dalam kaosnya dan mulai meraba-raba mencari BH-nya. Setelah ketemu lalu aku  meraih ke dalam BH dan mulai meremas-remas kembali buah dadanya, kusentuh-sentuh  putingnya dan Rika mendesah. Seiring dengan itu, tangan Rika juga mengocok  yuniorku yang masih tertutup celana dalam, dan mulai dengan ganas menyusup ke  dalam celana dalam meraih yuniorku dan kembali mengocok dan mengelus.</p>
<p>Aku yang sudah mulai terbakar birahi, kemudian melepaskan kaos Rika dan  BH-nya hingga sekarang nampak jelas payudaranya yang berukuran 34B semakin  mengembang karena rangsangan birahi.<br />
Langsung aku caplok buah dadanya dengan  mulutku, kujilat-jilat putingnya dan Rika mendesis-desis keenakan, “Sssh…  aaauuh… Mass Adiii… ehhh… ssshhh…” sambil tangannya mendekap kepalaku,  meremas-remas rambutku dan membenamkannya ke payudaranya lebih dalam.<br />
Kutarik  kepalaku dan kubisikkan ke telinga Rika, “Rika sayang, kita pindah ke kamarku  aja yuuk..! Aman kok nggak ada siapa-siapa di rumah ini selain kita  berdua…”<br />
Rika mengangguk, lalu segera kupeluk dan kugendong dia menuju ke  kamar. Posisi gendongnya yaitu kaki Rika memeluk pinggangku, tangannya memeluk  leherku dan payudaranya menekan keras di dadaku, sedangkan tanganku memegang  pantatnya sehingga yuniorku sekarang sudah menempel di selangkangannya.</p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju kamar, kami terus saling berciuman. Sesampainya  di kamar, kurebahkan tubuhnya di tempat tidur, Rika tidak mau melepaskan pelukan  kakinya di pinggangku malahan sekarang mulai menggoyang-goyangkan  pinggulnya.<br />
“Sayang… sabar dong.., lepas dulu dong rok sama celana kamu…”  kataku.<br />
“Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar  adil..!” rajuk Rika.<br />
Setelah kulepas baju dan celanaku hingga telanjang bulat  dan yuniorku sudah mengacung keras tegak ke atas, Rika yang juga sudah telanjang  bulat kembali merebahkan diri sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar, hingga  kelihatan bibir vaginanya yang merah jambu itu.</p>
<p>Aku pun segera menindihnya, tapi tidak buru-buru memasukkan yuniorku ke  vaginanya, kembali aku kecup bibirnya dan kucaplok dan jilat-jilat payudara  serta putingnya. Jilatanku turun ke perut terus ke paha mulusnya kemudian ke  betis indahnya naik lagi ke paha dalamnya hingga sampai ke  selangkangannya.<br />
“Auuww… Mas Adiiii… ehhmm… shhh… enaaaakkk Masss…” ceracau  Rika sambil kepalanya menggeleng-geleng tidak karuan dan tangannya mencengkeram  sprei ketika aku mulai menjilati bibir vaginanya, terus ke dalam memeknya dan di  klitorisnya.<br />
Dengan penuh nafsu, terus kujilati hingga akhirnya tubuh Rika  menegang, pahanya mengempit kepalaku, tangannya menjambak rambutku dan Rika  berteriak tertahan. Ternyata dia telah mencapai orgasme pertamanya, dan terus  kujilati cairan yang keluar dari lubang kenikmatannya sampai habis.</p>
<p>Aku bangun dan melihat Rika yang masih tampak terengah-engah dan memejamkan  mata menghayati orgasmenya barusan. Kukecup bibirnya, dan Rika membalas, lalu  aku menarik tangannya untuk mengocok penisku. Aku rebahkan tubuhku dan Rika pun  mengerti kemauanku, lalu dia bangkit menuju ke selangkanganku dan mulai mengemut  penisku.<br />
“Oooh… Rik… kamu pinter banget sih Rik…” aku memuji  permainannya.<br />
Kira-kira setengah jam Rika mengemut penisku. Mulutnya dan  lidahnya seakan-akan memijat-mijat batang penisku, bibirnya yang seksi kelihatan  semakin seksi melumati batang dan kepala penisku. Dihisapnya kuat-kuat ketika  Rika menarik kepalanya sepanjang batang penis menuju kepala penisku membuatku  semakin merem-melek keenakan.</p>
<p>Setelah bosan, aku kemudian menarik tubuh Rika dan merebahkannya kembali ke  tempat tidur, lalu kuambil posisi untuk menindihnya. Rika membuka lebar-lebar  selangkangannya, kugesek-gesekkan dulu penisku di bibir vaginanya, lalu segera  kumasukkan penisku ke dalam lubang senggamanya.<br />
“Aduuh Mas… sakiiit…  pelan-pelan aja doong… ahhh…” aku pun memperlambat masuknya penisku, sambil  terus sedikit-sedikit mendorongnya masuk diimbangi dengan gerakan pinggul  Rika.<br />
Terlihat sudut mata Rika basah oleh air matanya akibat menahan sakit.  Sampai akhirnya, “Bleeesss…” masuklah semua batang penisku ke dalam liang  senggama Rika.<br />
“Rika sayang, punya kamu sempit banget sih..? Tapi enak  lho..!” Rika cuma tersenyum manja.<br />
“Mas juga, punya Mas besar gitu maunya  cari yang sempit-sempit, sakit kaan..!” rajuk Rika.</p>
<p>Aku ketawa dan mengecup bibirnya sambil mengusap air matanya di sudut mata  Rika sambil merasakan enaknya himpitan kemaluan Rika yang sempit ini. Setelah  beberapa saat, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur dengan  pelan-pelan.<br />
“Aaah… uuuhhh… oooww… shhh… ehhmmm…” desah Rika sambil tangannya  memeluk erat bahuku.<br />
“Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku.<br />
“Nggak Mas…  sedikiiitt… auuoohhh… shhh… enn.. ennnaakk.. Mas… aahh…” jawab  Rika.<br />
Mendengar itu, aku pun mempercepat gerakanku, Rika mengimbangi dengan  goyangan pinggulnya yang dahsyat memutar ke kiri dan ke kanan, depan belakang,  atas bawah. Aku hanya bisa merem melek sambil terus memompa, merasakan enaknya  goyangan Rika. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding  vagina Rika, kupercepat goyanganku dan kubenamkan dalam-dalam penisku.</p>
<p>Tanganku terus meremas-remas payudaranya. Dan tubuh Rika kembali menegang,  “Aaah… Masss Adiiii… teruuus Maass… jangan berentiii… oooh… Maasss… aaahhh…  akuuuu mauuu keluaaar… aaawww…”<br />
Dan, “Cret… cret… crettt…” kurasakan cairan  hangat menyemprot dari dalam liang senggama Rika membasahi penisku.<br />
Kaki Rika  pun memeluk pinggangku dan menarik pinggulku supaya lebih dalam masuknya penisku  ke dalam lubang kenikmatannya. Ketika denyutan-denyutan di dinding vagina Rika  masih terasa dan tubuh Rika menghentak-hentak, aku merasa aku juga sudah mau  keluar.<br />
Kupercepat gerakanku dan, “Aaah… Rikaaa… aku mau keluar Sayaaang…”  belum sempat aku menarik penisku karena kaki Rika masih memeluk erat pinggangku,  dan, “Crooot… crooot… crooott…” aku keluar di dalam kemaluan Rika.<br />
“Aduuhhh  enakkknyaaa…”<br />
Dan aku pun lemas menindih tubuh Rika yang masih terus  memelukku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya.</p>
<p>Aku pun bangkit, sedangkan penisku masih di dalam liang senggama Rika dan  kukecup lagi bibirnya.<br />
Tiba-tiba, “Greeekkk…” aku dikejutkan oleh suara pintu  garasi yang dibuka dan suara motor adikku yang baru pulang.</p>
<p>Aku pun cepat-cepat bangun dan tersadar. Kulihat sekeliling tempat tidurku,  lho… kok… Rika hilang, kemana tuh cewek..? Kuraba penisku, lho kok aku masih  pake celana dan basah lagi. Kucium baunya, bau khas air mani. Kulihat di pinggir  tempat tidur masih terbuka majalah hiburan khusus pria yang kubaca tadi. Di  halaman 68, di rubrik wajah, kulihat wajah seorang cewek cantik yang tidak asing  lagi yang baru saja kutiduri barusan, yaitu wajah Rika yang menggunakan swimsuit  di pinggir kolam renang.</p>
<p>Yaaa ampuun… baru aku sadar, pengalaman yang mengenakkan tadi bersama Rika  itu ternyata cuma mimpi toh. Dan Rika yang kutiduri dalam mimpiku barusan adalah  cover girl cantik dan seksi majalah yang kubaca sebelum aku tertidur tadi, yang  di majalah dia mengenakan swimsuit merah. Aku pun segera beranjak ke kamar mandi  membersihkan diri. Di dalam kamar mandi aku ketawa sendiri dalam hati  mengingat-ingat mimpi enak barusan. Gara-gara menghayal yang tidak-tidak,  jadinya mimpi basah deeh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=20&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/18/gadis-sampul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putri Ibu Kost</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/putri-ibu-kost/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/putri-ibu-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 12:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[abg bugil]]></category>
		<category><![CDATA[abg telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cewek telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[chika bandung]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gadis indonesia bugil]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[julia perez telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi bugil]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa bugil]]></category>
		<category><![CDATA[model bugil]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang bulat]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-¬temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=18&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi  teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin  karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-¬temanku bilang, kalau  aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku. Aku  sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun  orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah. Tempat kos-ku dan tempat kos-nya  hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya.  Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas dengannya.  Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman, gumul-gumulan, dan  remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan masih berpakaian. Toh  walaupun hanya begitu, kalau “voltase’-ku sudah amat tinggi, aku dapat ‘muntah”  juga. Dia adalah seorang yang menjaga keperawanan sampai dengan menikah, karena  itu dia tidak mau berhubungan sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya  tersebut. Karena aku belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku  belum pernah merasakan memek perempuan.</p>
<p>Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut,  sehingga sampai jam 10 malam minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke  kosnya. Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia  belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya  sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan  triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan ukuran  3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain  korden.</p>
<p>lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua perempuan. Semua manis-manis  sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda. Anak yang pertama sudah menikah, anak  yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih  di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama  adalah karena hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai  prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil dengan  pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang playgirl. Walaupun  sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng  dan menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos  pacarku, dia pun suka mejeng dan bersikap genit dalam menyapaku.</p>
<p>lka memang mojang Sunda yang amat aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya  160 cm. Kulitnya berwarna kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal  dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung.  Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung  dengan montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang  sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh  pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang. Matanya bagus.  Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan  sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal  mengikuti batas bibir yang sudah ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan  indahnya.</p>
<p>Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah  tampak Ika sedang mengobrol dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas  ‘you can see’ dan rok span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan  betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.</p>
<p>“Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah… sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua  temannya. Katanya mau bikin tugas,” sapa Ika dengan centilnya.</p>
<p>“He… masa?” balasku.</p>
<p>“Iya… Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob,” kata Ika dengan senyum menggoda.  Edan! Cewek Sunda satu ini benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak  beneran aku tidak menolak nih, he-he-he…</p>
<p>“Ah, neng Ika macam-macam saja…,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai  belum datang?”</p>
<p>Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah  panggilan akrab atau panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor.  Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai  malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk  ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya  kesempatan belajar?</p>
<p>“Wah… dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di  Riau. Makanya carikan teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak  kesepian… Tapi yang keren lho,” kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si  playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar  bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.</p>
<p>“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”</p>
<p>“Kak Dai kan tidak akan tahu…”</p>
<p>Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak  ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.</p>
<p>Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek  di ruang tamu ada sehelai memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan  ruang tidur, kubaca isi memo tadi. ‘Mas Bobby, gue ngerjain tugas kelompok  bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue  tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina’</p>
<p>Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil  menyetel radio dengan suara perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku  belajar di situ sampai jam sepuluh malam.</p>
<p>Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan  luar. Tok-tok-tok…</p>
<p>Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan  malam tadi, sesuai dengan kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di  depan pintu.</p>
<p>“Mbak Di… Mbak Dina…,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku  membuka pintu.</p>
<p>“Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.</p>
<p>“Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak  tugas. Ada apa?”</p>
<p>“Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”</p>
<p>“Ng… bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”</p>
<p>“Beres deh mas Bob. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum  manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan.</p>
<p>Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam  tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang melebar dan montok itu menggial ke  kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas¬-remasnya. Sialan! Kontholku  jadi berdiri. Si ‘boy-ku ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak  digenjot.</p>
<p>Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir  pikiran yang tidak-tidak itu. Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang  penulisan tugas sarjana itu.</p>
<p>Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.</p>
<p>“Mas Bob… Mas Bob…,” terdengar Ika memanggil lirih.</p>
<p>Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika  dengan senyum genitnya. Bajunya bukan atasan ‘you can see’ yang dipakai  sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan  tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat.  Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam  dan batik bajunya. Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang  terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam ini tidak tercium sama  sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai parfum.  Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.</p>
<p>“Ini kalkulatornya, Mas Bob,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.</p>
<p>“Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.</p>
<p>“Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”</p>
<p>“0, boleh saja kalau sekiranya bisa.”</p>
<p>Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas  meja tamu yang rendah. Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya  digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya  terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup  dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau  disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.</p>
<p>“Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara  penyelesaiannya.” Ika mencari-cari halaman buku yang akan ditanyakannya.</p>
<p>Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya.  Amboi! Benar, Ika tidak memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan  payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku  terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut.</p>
<p>Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan centilnya membaca soal tersebut.  Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian  Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke  buah dada Ika. Uhhh… ranum dan segarnya.</p>
<p>“Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?” tanyaku sambil menelan ludah.  Kalau bapaknya tidak aku tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya  setiap akhir pekan.</p>
<p>“Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur  berangkat tidur waktu Ika bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan  tatapan mata yang menggoda.</p>
<p>Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi.  Orang-orang di rumahnya sudah tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati  lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni  hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan  melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal  tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia menyempatkan ganti  baju, dari atasan you can see ke atasan yang memamerkan separuh payudaranya?  Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia  datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya  kalau tidak menyodorkan din?</p>
<p>Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.</p>
<p>“Mas Bob… ini benar nggak?” tanya Ika.</p>
<p>Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan  menahan nafsu yang tengah berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan  kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan  hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya… gumpalan daging yang  membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak,  namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal.</p>
<p>Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.</p>
<p>“Ih… Mas Bob nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia  pura-pura menjauh.</p>
<p>“Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,”  jawabku.</p>
<p>lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat  kembali membetulkan yang kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya  berpura-pura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani?  Memangnya aku impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian.  Dia menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan  gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan  diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal aku yang jadi penentunya, mau  menyia-siakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya. Kalau aku  menyia-siakan berarti aku band!</p>
<p>Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang.  Aku pura-pura mengawasi dia dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi  tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa  goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak  licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.</p>
<p>Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit  terkejut ketika merasa ada yang menempel punggungnya.</p>
<p>“Ih… Mas Bob jangan begitu dong…,” kata Ika manja.</p>
<p>“Sudah… udah-udah… Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.</p>
<p>lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah  tampak menggemaskan. Sungguh sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat.  Ika berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku  kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi.  tubuh Ika kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat,  sementara kulit punggungnya kuremas-remas. Bibir Ika mengadakan perlawanan,  mengimbangi kuluman-¬kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya.  Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat  mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.</p>
<p>Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum  terpancar dan kulitnya. Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku,  tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu  terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju  atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari  tanganku. Puting itu terasa mengeras.</p>
<p>“Mas Bob Mas Bob buka baju saja Mas Bob…,” rintih Ika. Tanpa menunggu  persetujuanku, jari-jari tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng  celanaku. Aku mengimbangi, tall baju atasannya kulepas dan baju tersebut  kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa  penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya.  Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin.  Putingnya berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink  kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat  tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan kulit payudaranya.</p>
<p>Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul.  kemeja dan kaos singlet kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana  dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk  pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya. Ika  pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya  terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah  perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam dari jembut  lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai jembut Ika tampak  keluar dan lobang celana dalamnya.</p>
<p>lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku  yang besar dan panjang, yang menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan  matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan  badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil  mengulum kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk  leherku sambil membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku.  Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar  menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan  saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.</p>
<p>Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman  parfum yang segar itu kugumuli dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan  dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit lehernya.</p>
<p>“Ahhh… Mas Bob… Ika sudah menginginkannya dan kemarin… Gelutilah tubuh Ika…  puasin Ika ya Mas Bob…,” bisik Ika terpatah-patah.</p>
<p>Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah  payudaranya. Payudaranya begitu menggembung dan padat. namun berkulit lembut.  Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja  memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup  kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku  kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil hidungku  terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara. Puncak bukit  payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu  sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika  menggelinjang.</p>
<p>“Mas Bob… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.</p>
<p>Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit  payudara sebelah kirinya dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya  kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung  lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu  kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara  kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang memburu  makanan sambil mulutnya mendesah-desah.</p>
<p>“Aduh mas Booob… ssshh… ssshhh… ngilu mas Booob… ssshhh… geli… geli…,” cuma  kata-kata itu yang berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.</p>
<p>Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku  berganti menggeluti payudara kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara  kanannya kuat-kuat. Kalau payudara kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku  memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi  dan ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas  sebesar-besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya.</p>
<p>“Mas Booob… kamu nakal…. ssshhh… ssshhh… ngilu mas Booob… geli…” Ika tidak  henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja.</p>
<p>Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut  Ika yang rata dan berkulit amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya.  Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak  tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan  menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi  pantatnya itu. Perlahan¬-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika  sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan  dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.</p>
<p>Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya.  Jembut Ika sungguh lebat dan subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang  berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya,  tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke  arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan  bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku  bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika berinisiatif meremas-remas  payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan ini.</p>
<p>Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke  atas sampai kelentitnya menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara  tanganku kembali memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan  dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku  mempermainkan puting payudaranya.</p>
<p>“Au Mas Bob… shhhhh… betul… betul di situ mas Bob… di situ… enak mas…  shhhh…,” Ika mendesah-desah sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal  dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata.  Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin  meninggi.</p>
<p>Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan  lubang anus sampai ke kelentitnya.</p>
<p>Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa  benar bahkan dinding vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya  mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di  saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil  ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.</p>
<p>“Mas Booob… enak sekali mas Bob…,” Ika mengerang dengan kerasnya. Aku segera  memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di  vaginanya. Semakin lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu  kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan  ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena ‘G-spot’-nya. Dan  berhasil!</p>
<p>“Auwww… mas Bob…!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas.  sampai-sampai jari tangan yang sudah terbenam di dalam memek terlepas. Perut  bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke  wajahku. Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf  penciumanku.</p>
<p>Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan  gerakan yang sama. Kali ini aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan  lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang  bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan  lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan  orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai  itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.</p>
<p>“Mas Bob… mas Bob… mas Bob…,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika  karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.</p>
<p>Permainan jari-jariku dan lidahku di memeknya semakin bertambah ganas. Ika  sambil mengerang¬-erang dan menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia  raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya  sendiri.</p>
<p>“Mas Bob… Ika sudah tidak tahan lagi… Masukin konthol saja mas Bob… Ohhh…  sekarang juga mas Bob…! Sshhh. . . ,“ erangnya sambil menahan nafsu yang sudah  menguasai segenap tubuhnya.</p>
<p>Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu.  Aku mau membuatnya orgasme, sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah  dan wajahku kujauhkan dan memeknya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam  memeknya semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke  atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara  perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak  kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya yang basah itu sampai menimbulkan  suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk… Sementara dan mulut Ika keluar  pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:</p>
<p>“Ah-ah-ah-ah-ah…”</p>
<p>Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di memeknya, sambil  memandangi wajahnya. Mata Ika merem-melek, sementara keningnya  berkerut-kerut.</p>
<p>Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan  jariku di memeknya semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut.  Dua menit sudah si Ika mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang  membangkitkan nafsu. Payudaranya tampak semakin kencang dan licin, sedang  putingnya tampak berdiri dengan tegangnya.</p>
<p>Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi.  Matanya membeliak-¬beliak. Dan bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat,  “Mas Booo00oob …!“ Dua jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit  oleh dindingnya dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam  vaginanya, dan sela-sela celah antara tanganku dengan bibir memeknya  terpancarlah semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt!  Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.</p>
<p>Beberapa detik kemudian Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam  rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari  tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya  sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan  kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun  kubersihkan dengan kertas tissue.</p>
<p>Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika  yang terbaring diam di hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku  untuk membuktikan kejantananku pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih  kembali tubuh Ika, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam tergencet  oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku  mengulum-kulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas payudara  dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan mengimbangi serangan  bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan rasa geli dan  ngilu di payudaranya.</p>
<p>Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus  dan harum hingga akhirnya mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti  belahan payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku  meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman belahan  dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan  payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada  keharuman yang terlewatkan sedikitpun.</p>
<p>Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku  bergerak ke atas bukit payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang  membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke  dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara kiri Ika. Kumainkan  puting di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak  bukit payudara di sekitar puting yang berwarna coklat.</p>
<p>“Ah… ah… mas Bob… geli… geli …,“ mulut indah Ika mendesis-desis sambil  menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang  mencari mangsa.</p>
<p>Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan Ika  yang montok dan kenyal itu. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju  puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu  jariku pada putingnya.</p>
<p>“Mas Bob… hhh… geli… geli… enak… enak… ngilu… ngilu…”</p>
<p>Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian,  antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit payudara kadang kusedot  besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya  putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas  dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang  hanya kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di  puncaknya.</p>
<p>“Ah… mas Bob… terus mas Bob… terus… hzzz… ngilu… ngilu…” Ika mendesis-desis  keenakan. Hasratnya tampak sudah kembali tinggi. Matanya kadang  terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin sening  fnekuensinya.</p>
<p>Sampai akhirnya Ika tidak kuat mehayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan  gerakan eepat memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi  maksudnya, segera kulepas eelana dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus  dan lembut kemudian menangkap kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya.  Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.</p>
<p>“Edan… mas Bob, edan… Kontholmu besar sekali… Konthol pacan-pacanku dahulu  dan juga konthol kak Dai tidak sampai sebesar in Edan… edan…,” ucapnya  terkagum-kagum. Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan  menggeluti kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan kanannya  meremas¬remas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari  kehangatan dan kenikmatan di hiatnya menana kejantananku. Remasannya itu  mempenhebat vohtase dam rasa nikmat pada batang kontholku.</p>
<p>“Mas Bob. kita main di atas kasur saja…,” ajak Ika dengan sinar mata yang  sudah dikuasai nafsu binahi.</p>
<p>Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke ruang dalam, dan membaringkannya di  atas tempat tidun pacarku. Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya  terangkat sekitar 6 centimeter dari lantai. Ketika kubopong. Ika tidak mau  melepaskan tangannya dari leherku. Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur,  tangannya menanik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya yang  pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah.  Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tanganku mendekap  tubuhnya dengan kuatnya. Kuhit punggungnya yang halus mulus kuremas-remas dengan  gemasnya.</p>
<p>Kemudian aku menindih tubuh Ika. Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya  yang mulus dan perut bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke  batang kontholku yang tegang dan keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir  sensual Ika. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika yang bagus. Kukecup  leher jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai.  Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai  bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan menggesek-gesek paha Ika. Gesekan  di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai diplirit-plirit.  Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Ika.</p>
<p>Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Ika.  Dengan gemas dan ganasnya aku membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara  kedua tanganku meraup kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku.  Keharuman payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke  belahan dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua gunung  payudaranya tertekan-tekan oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali  rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup dalam-dalam daging payudara yang  besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Ika.  Daerah payudara yang kecoklat-coklatan beserta putingnya yang pink  kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan  putingnya itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu  setelah kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum  dan kumainkan dengan lidahku.</p>
<p>“Mas Bob… geli… geli …,“ kata Ika kegelian.</p>
<p>Aku tidak perduli. Aku terus mengulum-kulum puncak bukit payudara Ika.  Putingnya terasa di lidahku menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak  bukit payudara itu sebesar-besarnya. Apa yang masuk dalam mulutku kusedot  sekuat-kuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuat-kuatnya</p>
<p>dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara  kiri dan payudara kanan Ika. Sementara kontholku semakin menekan dan  menggesek-gesek dengan beriramanya di kulit pahanya. Ika semakin  menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya.</p>
<p>“Mas Bob… mas Bob… ngilu… ngilu… hihhh… nakal sekali tangan dan mulutmu… Auw!  Sssh… ngilu… ngilu…,” rintih Ika. Rintihannya itu justru semakin mengipasi api  nafsuku. Api nafsuku semakin berkobar-kobar. Semakin ganas aku mengisap-isap dan  meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyut-denyut keenakan  merasakan hangat dan licinnya paha Ika.</p>
<p>Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan  mulut dan tanganku. Bibirku kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara  tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputar-putarkan  dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Ika.  Bulu-bulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku  pun kegelian. Geli tetapi enak.</p>
<p>“Mas Bob… masukkan seluruhnya mas Bob… masukkan seluruhnya… Mas Bob belum  pernah merasakan memek Mbak Dina kan? Mbak Dina orang kuno… tidak mau merasakan  konthol sebelum nikah. Padahal itu surga dunia… bagai terhempas langit ke langit  ketujuh. mas Bob…”</p>
<p>Jan-jari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat  tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar.</p>
<p>“Edan… edan… kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob…,” katanya sambil  mengarahkan kepala kontholku ke lobang memeknya.</p>
<p>Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah.  Kemudian dengan perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk  ke liang memek. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam memek.  Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan  enaknya.</p>
<p>Aku menghentikan gerak masuk kontholku.</p>
<p>“Mas Bob… teruskan masuk, Bob… Sssh… enak… jangan berhenti sampai situ  saja…,” Ika protes atas tindakanku. Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku  hanya masuk ke lobang memeknya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku  kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya  menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari  ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Ika menggelinjang-gelinjang dengan tidak  karuan.</p>
<p>“Sssh… sssh… enak… enak… geli… geli, mas Bob. Geli… Terus masuk, mas  Bob…”</p>
<p>Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan  kukonsentrasikan pada pinggulku. Dan… satu… dua… tiga! Kontholku kutusukkan  sedalam-dalamnya ke dalam memek Ika dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak!  Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi  agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan diplirit  oleh bibir dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai  menimbulkan bunyi: srrrt!</p>
<p>“Auwww!” pekik Ika.</p>
<p>Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam memek Ika  tanpa bergerak sedikit pun.</p>
<p>“Sakit mas Bob… Nakal sekali kamu… nakal sekali kamu….” kata Ika sambil  tangannya meremas punggungku dengan kerasnya.</p>
<p>Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluar-masuk memek Ika. Aku tidak tahu,  apakah kontholku yang berukuran panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang  berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk memeknya  serasa dipijit-pijit dinding lobang memeknya dengan agak kuatnya. Pijitan  dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku.</p>
<p>“Bagaimana Ika, sakit?” tanyaku</p>
<p>“Sssh… enak sekali… enak sekali… Barangmu besar dan panjang sekali…  sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru lobang memekku…,” jawab Ika.</p>
<p>Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahan-lahan. Payudara  kenyalnya yang menempel di dadaku ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan  memompa tadi. Kedua putingnya yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik  dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa mengalir  ke dadaku. Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot  memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak sekali.  Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh suatu daging  hangat di dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol  sehingga aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat.</p>
<p>Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan  mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontholku tidak tercabut dari lobang  memeknya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Ika kutumpangkan di  atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus  mengocok memeknya perlahan dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu  kuciumi dan kukecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti  betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan  ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian,  sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan  maju-mundur perlahannya di memek Ika.</p>
<p>Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku,  sementara kedua telapak tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan  kocokan konthol perlahan di memeknya, tanganku meremas-remas payudara montok  Ika. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama. Kadang  kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu  semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak  tanganku. Ika pun merintih-rintih keenakan. Matanya merem-melek, dan alisnya  mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah.</p>
<p>“Ah… mas Bob, geli… geli… Tobat… tobat… Ngilu mas Bob, ngilu… Sssh… sssh…  terus mas Bob, terus…. Edan… edan… kontholmu membuat memekku merasa enak sekali…  Nanti jangan disemprotkan di luar memek, mas Bob. Nyemprot di dalam saja… aku  sedang tidak subur…”</p>
<p>Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di memek Ika.</p>
<p>“Ah-ah-ah… benar, mas Bob. benar… yang cepat… Terus mas Bob, terus…”</p>
<p>Aku bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihan Ika. tenagaku menjadi  berlipat ganda. Kutingkatkan kecepatan keluar-masuk kontholku di memek Ika.  Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa diremas¬-remas dengan cepatnya  oleh daging-daging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi merem-melek  dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan  mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa.</p>
<p>“Sssh… sssh… Ika… enak sekali… enak sekali memekmu… enak sekali memekmu…”</p>
<p>“Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali… terusss… terus mas Bob,  terusss…”</p>
<p>Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada memeknya.  Kontholku terasa bagai diremas-remas dengan tidak karu-karuan.</p>
<p>“Mas Bob… mas Bob… edan mas Bob, edan… sssh… sssh… Terus… terus… Saya hampir  keluar nih mas Bob…</p>
<p>sedikit lagi… kita keluar sama-sama ya Booob…,” Ika jadi mengoceh tanpa  kendali.</p>
<p>Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya  keluar duluan. Biar perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa  itu perkasa. Biar dia mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Bobby.  Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika bagaikan  berdenyut dengan hebatnya.</p>
<p>“Mas Bob… mas Bobby… mas Bobby…,” rintih Ika. Telapak tangannya memegang  kedua lengan tanganku seolah mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh  ke bawah.</p>
<p>lbarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya.  Bedanya, dibandingkan dengan pembalap aku lebih beruntung. Di dalam “mengayuh  sepeda” aku merasakan keenakan yang luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku  pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan rintihan-rintihan  keenakan yang tiada terkira.</p>
<p>“Mas Bob… ah-ah-ah-ah-ah… Enak mas Bob, enak… Ah-ah-ah-ah-ah… Mau keluar mas  Bob… mau keluar… ah-ah-ah-ah-ah… sekarang ke-ke-ke…”</p>
<p>Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Ika dengan sangat  kuatnya. Di dalam memek, kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari  memek Ika dengan cukup derasnya. Dan telapak tangan Ika meremas lengan tanganku  dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:</p>
<p>“…keluarrr…!”</p>
<p>Mata Ika membeliak-beliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang.</p>
<p>Aku pun menghentikan genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan  diam tertanam dalam memek Ika. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena  semprotan cairan memek Ika. Kulihat mata Ika kemudian memejam beberapa saat  dalam menikmati puncak orgasmenya.</p>
<p>Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku  perlahan-lahan mengendur. Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku.  Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku berangsur-angsur melemah.  walaupun kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan  kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh  telanjang Ika dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam  memeknya tidak tercabut.</p>
<p>“Mas Bob… kamu luar biasa… kamu membawaku ke langit ke tujuh,” kata Ika  dengan mimik wajah penuh kepuasan. “Kak Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak  pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di  sini, Ika suka membenarkan mas Bob saat berhubungan dengan Kak Dai.”</p>
<p>Aku senang mendengar pengakuan Ika itu. berarti selama aku tidak bertepuk  sebelah tangan. Aku selalu membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku,  sementara dia juga membayangkan kugeluti</p>
<p>dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadikan istri dan ibu anak-anakku kelak,  namun tidak dapat dipungkiri bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan digenjot  dengan penuh nafsu.</p>
<p>“Mas Bob… kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan… kamu perkasa… dan kamu  berhasil membawaku ke puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya…”</p>
<p>Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak  kecil yang suka pujian, aku ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari  dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi genjotanku. Perempuan  Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini  baru setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya.  Kontholku masih tegang di dalam memeknya. Kontholku masih besar dan keras, yang  hams menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing.</p>
<p>Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika, yang di bawah sinar lampu kuning kulit  tubuhnya tampak sangat mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk  lagi di memek Ika, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Ika secara  berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat dan enak.  Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti  karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika beberapa saat yang  lalu.</p>
<p>“Ahhh… mas Bob… kau langsung memulainya lagi… Sekarang giliranmu… semprotkan  air manimu ke dinding-dinding memekku… Sssh…,” Ika mulai mendesis-desis  lagi.</p>
<p>Bibirku mulai memagut bibir merekah Ika yang amat sensual itu dan  melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat  badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Ika serta memijit-mijit  putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di memeknya.</p>
<p>“Sssh… sssh… sssh… enak mas Bob, enak… Terus… teruss… terusss…,” desis bibir  Ika di saat berhasil melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan  mengipasi gelora api birahiku.</p>
<p>Sambil kembali melumat bibir Ika dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan  kontholku di memeknya. Pengaruh adanya cairan di dalam memek Ika,  keluar-masuknya konthol pun diiringi oleh suara, “srrt-srret srrrt-srrret  srrt-srret…” Mulut Ika di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak  henti-hentinya mengeluarkan rintih kenikmatan,</p>
<p>“Mas Bob… ah… mas Bob… ah… mas Bob… hhb… mas Bob… ahh…”</p>
<p>Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua  tanganku kini dari ketiak Ika menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya.  Tangan Ika pun memeluk punggungku dan mengusap-usapnya. Aku pun memulai serangan  dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Ika sekarang berlangsung  dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras  agar menusuk memek Ika sedalam-dalamnya. Dalam perjalanannya, batang kontholku  bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding memek Ika. Sampai di  langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya mengeluarkan seruan  tertahan, “Ak!” Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal  pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga  agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan  dinding memek pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah  dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun  sedikit ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar  oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Ika mendesah, “Hhh…”</p>
<p>Aku terus menggenjot memek Ika dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak.  Remasan yang luar biasa kuat, hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku.  Tangan Ika meremas punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk  sejauh-jauhnya ke lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan  suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika  menimbulkan bunyi srottt-srrrt… srottt-srrrt… srottt-srrrtt… Kedua nada tersebut  diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang keluar dari bibir  Ika:</p>
<p>“Ak! Uhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”</p>
<p>Kontholku terasa empot-empotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang  tiada tara membuatku tidak kuasa menahan pekikan-pekikan kecil:</p>
<p>“lka… Ika… edan… edan… Enak sekali Ika… Memekmu enak sekali… Memekmu hangat  sekali… edan… jepitan memekmu enak sekali…”</p>
<p>“Mas Bob… mas Bob… terus mas Bob rintih Ika, “enak mas Bob… enaaak… Ak! Ak!  Ak! Hhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”</p>
<p>Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak  sekali. Aku pun mengocokkan kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan  kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan  lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak  yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.</p>
<p>“Ika… aku… aku…” Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku  tidak mampu menyelesaikan ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.</p>
<p>“Mas Bob… mas Bob… mas Bob! Ak-ak-ak… Aku mau keluar lagi… Ak-ak-ak… aku  ke-ke-ke…”</p>
<p>Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak  mampu lagi menahan rasa gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu  juga tiba-tiba dinding memek Ika mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat  dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam alat  kelaminku.</p>
<p>Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Ika,  bersamaan dengan pekikan Ika, “…keluarrrr…!” Tubuh Ika mengejang dengan mata  membeliak-beliak.</p>
<p>“Ika…!” aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Ika sekuat-kuatnya,  seolah aku sedang berusaha rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam  kegemasan. Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Cairan  spermaku pun tak terbendung lagi.</p>
<p>Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot  dinding memek Ika yang terdalam. Kontholku yang terbenam semua di dalam  kehangatan memek Ika terasa berdenyut-denyut.</p>
<p>Beberapa saat lamanya aku dan Ika terdiam dalam keadaan berpelukan erat  sekali, sampai-sampai dari alat kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah  terpateri erat dengan tubuh depanku. Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam  kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih  tersisa ke dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.</p>
<p>Perlahan-lahan tubuh Ika dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian  menciumi leher mulus Ika dengan lembutnya, sementara tangan Ika mengusap-usap  punggungku dan mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil  bermain seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku  adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus,  berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta  aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada pengalaman pertama ini  oleh orang semolek Ika.</p>
<p>“Mas Bob… terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. indah sekali… sungguh… enak  sekali,” kata Ika lirih.</p>
<p>Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu  kukecup mesra. Dalam keadaan tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas  tempat tidur pacarku. Dia meletakkan kepalanya di atas dadaku yang bidang,  sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketika jam dinding menunjukkan pukul  22:00, aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam  mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri.</p>
<p>Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Ika dan melumat-lumat bibirnya  beberapa saat.</p>
<p>“Mas Bob… kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Bob… Jangan khawatir, kita  tanpa Ikatan. Ika akan selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke  Kak Dai dan Mbak Dina. Ika puas sekali bercumbu dengan mas Bob,” begitu kata  Ika.</p>
<p>Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan  secara gratis dan tanpa ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk  ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat  kost-ku</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=18&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/putri-ibu-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bugil artis eropa</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/bugil-artis-eropa/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/bugil-artis-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 09:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Bugil Artis Eropa Indonesia bursa-karir web id cewek jepang bugil http komunitas/hobi &#8212;- musik, lagu dan artis komunitas/hobi link ke negara2 di &#8211; asia link ke negara2 di &#8211; eropa. Jakarta &#8211; lowongan kerja, pemda, beasiswa, dsb-nya pesan kami sebagai warga biasa mbok para artis termasuk mbk sarah untuk tidak gegabah mengumbar aurot sebebas2nya kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=33&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bugil Artis Eropa</strong>
<p align='justify'>Indonesia bursa-karir web id cewek jepang bugil http komunitas/hobi &#8212;- musik, lagu dan artis komunitas/hobi link ke negara2 di &#8211; asia link ke negara2 di &#8211; eropa. Jakarta &#8211; lowongan kerja, pemda, beasiswa, dsb-nya pesan kami sebagai warga biasa mbok para artis termasuk mbk sarah untuk tidak gegabah mengumbar aurot sebebas2nya kalau tidak terjadi pemotretan foto bugil berdua dengan sang. Nasional tags: hasil pertandingan liga eropa, liga inggris, liga tags: lifestyle, bugil, aura kasih, seksi kecelakaan di batu tags: news, foto, artis, sheza idris, striptis, celeb. Cukup sebutir beras (bagaimana cina bangkit) &#8211; wikimu jakarta &#8211; mantan artis dan presenter soraya abdullah pernah mengaku menjadi pengikut abu jibril selama 2 tahun kisah ini diceritakan ustadzah bercadar tersebut pada tetangganya. Bugil artis eropa language:id loc:id tolong agar menjaga privasi artis &#8211; yanda, kalimantan timur infotainment dan reality show &#8211; hary, bali segeer beneerr &#8211; priyo m, jawa barat tegur infotainment.</p>
<p align='justify'>Julia perez foto syur acha artis bugil indonesian jakarta kpt co id provinsi dan kota/kabupaten di nkri &#8211; indonesia neptunus kpt co id http://bursa-kerja-jakarta belanja.org jakarta &#8211; lowongan kerja, pemda. Cari pekerjaan &#8211; perguruan tinggi negeri (ptn) di indonesia politeknik komunitas/hobi &#8212;- musik, lagu dan artis komunitas/hobi link ke negara2 di &#8211; asia link ke negara2 di &#8211; eropa applications aksesori info cari pekerjaan jepang bugil http. Universitas hardware web id &#8211; fotografi &#8211; lowongan kerja/pekerjaan dan foto bugil indonesian lemon-squash toserba biz samsung http komunitas/hobi &#8212;- musik, lagu dan artis komunitas/hobi squash toserba biz samsung toko sepeda http://dunia-eropa. Busana/pakaian dan aksesori &#8211; nkri, presiden, dpr, bpk, dsb malaysia, oleh amerika, oleh israel, oleh eropa ditanya wartawan saat ditangkap kpk, atau artis yang masih cengengesan saat diwawancarai mengenai fotonya yang setengah bugil.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=33&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/16/bugil-artis-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nafsu Mbak Ambar</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/14/nafsu-mbak-ambar/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/14/nafsu-mbak-ambar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 12:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[artis telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[cewek telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[julia perez telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalanku dengan Mbak Ambar berawal dari seringnya aku melakukan kegiatan chatting di internet. Singkat cerita, wanita tersebut ingin ketemu denganku di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Setelah beberapa saat aku duduk sambil meminum sofdrink yang aku pesan, seorang wanita sebaya berjalan menghampiri tempat dudukku. “Dandy ya..?” sapa wanita tersebut. “Iya, maaf anda siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=16&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenalanku dengan Mbak Ambar berawal dari seringnya aku melakukan kegiatan  chatting di internet.</p>
<p>Singkat cerita, wanita tersebut ingin ketemu denganku di salah satu pusat  perbelanjaan terbesar di Surabaya. Setelah beberapa saat aku duduk sambil  meminum sofdrink yang aku pesan, seorang wanita sebaya berjalan menghampiri  tempat dudukku.</p>
<p>“Dandy ya..?” sapa wanita tersebut.<br />
“Iya, maaf anda siapa ya?” balasku  bertanya.<br />
“Namaku Ambar” kata wanita itu mengenal diri.<br />
“Silahkan duduk  Mbak” kataku mempersilahkan wanita tersebut duduk.</p>
<p>Setelah memesan minuman American float, kami berdua terhanyut dalam  obrolan-obrolan yang terkadang membuat kami tertawa bersama. Umur 33 tahun tidak  memperlihatkan tubuh Ambar mengendur sedikitpun. Tubuh Ambar memang tidak  seberapa tinggi, perkiraan aku 165/50. Bibirnya yang sedikit sensual dan dipadu  wajahnya yang manis, membuat wanita tersebut kelihatan lebih dewasa. Pinggulnya  yang indah dengan style bagaikan gitar spanyol, membuat nafasku naik turun tidak  beraturan. Tonjolan bongkahan daging kembar di dadanya yang menurut tebakanku  berukuran 34, semakin memperlihatkan sempurnanya wanita tersbut.</p>
<p>“Dandy, kenapa kok bengong?” tanya Ambar.<br />
“Ngg.. nggak kok Mbak, aku cuman  terpana aja dengan Mbak” godaku<br />
“Akh kamu bikin aku GR saja” katanya  tersenyum.<br />
“Oya Mbak kemarin kok bisa langsung PV nickname aku?”  tanyaku.<br />
“Iya ada seseorang yang kasih nickname kamu, kata temanku kamu  orangnya asyik aja” jelas Ambar.<br />
“Emang siapa sih Mbak nama teman nya?”  tanyaku selidik.<br />
“Sudah deh Dandy, maaf aku nggak bisa kasih namanya. Yang  penting aku sudah ketemu kamu sekarang” kata Ambar menjelaskan.</p>
<p>Kami berdua cerita tentang kehidupan kita masing-masing, dan ternyata Ambar  termasuk single parent. Itu karena beberapa tahun yang lalu, suaminya pergi  entah kemana. Dengan wajah yang sedikit suram, Ambar menceritakan kisahnya  sampai dia harus bercerai dengan suaminya.</p>
<p>Ada guratan kesedihan yang nampak jelas diwajahnya, aku seperti tersihir  dengan ceritanya. Sehingga membuat aku sering menarik nafas panjang. Ambar  menceritakan kalau di Surabaya ini tinggal dengan kakak perempuannya. Sebut saja  kota pinggiran kota Surabaya tinggalnya.</p>
<p>Hampir 1 jam penuh kami ngobrol tanpa terasa, sampai akhirnya aku menawarkan  untuk mengakhiri pertemuan tersebut.</p>
<p>“Ambar, sudah malam nih” kataku<br />
“Iya” jawabnya lirih.<br />
“Mas, aku dianter  pulang ya?” pinta Ambar.<br />
“Oke, tapi mobilku jelek lho” kataku  merendah.<br />
“Jelek-jelek kan beli sendiri, lagian aku butuh orangnya kok” goda  Ambar.</p>
<p>‘DEG’ jantungku terasa berhenti seketika walaupun dengan secepat itu pula aku  berusaha mengontrol keadaan diriku yang mulai ngeres. Aku berusaha menerjemahkan  apa arti sebenernya perkataan Ambar tersebut. Betapa bahagianya diriku jika  memang dia mau kencan denganku. Seiring obrolan yang sedikit membuat nafasku  sesak, kami berdua suadah berada dalam mobil dan segera meluncur untuk mengantar  Ambar. 45 menit kemudian, kami sudah berada di sebuah rumah yang tidak sebegitu  besar tetapi view nya sangat mengagumkan.</p>
<p>“Dandy, mampir dulu ya?” ajak Ambar.<br />
“Aduh maaf deh, sepertinya ini sudah  malam” kataku.<br />
“Sebentar aja, sekalian aku buatin kopi” pinta Ambar  menggebu.</p>
<p>Tangannya yang lentik menarikku supaya turun dari mobil dan akhirnya aku  memarkir mobilku di depan rumahnya. Ketika aku masuk ruang tamu, bau semerbak  bunga sedap malam menyengat hidungku dan menambah suasana romantis.</p>
<p>“Dandy, silahkan diminum,” kata Ambar.<br />
“Iy–iya..” jawabku gugup.</p>
<p>Entah berapa lama aku menikmati suasana sekeliling, karena tanpa terasa Ambar  sudah membawa 2 buah cangkir yang berisi kopi dan teh. Aku langsung meminum kopi  hangat yang sudah dihidangkan Ambar.</p>
<p>“Mmm, kok sepi memang kakak kamu dimana?” tanyaku.<br />
“Nggak tahu tuh Dandy,  mungkin lagi keluar” jawab Ambar.</p>
<p>Malam itu memang Ambar kelihatan sangat menggairahkan, dengan u can see warna  cream dipadu dengan rok mini warna merah muda membuat kakinya yang jenjang  semakin nampak indah. Sesekali aku melirik pahanya yang putih mulus sehingga  membuat ‘adik kecilku’ mulai berontak.</p>
<p>“Dan, kenapa kok bengong?” tanya Ambar mengagetkan lamunanku.<br />
“Tidak  apa-apa kok” kataku.<br />
“Dany, aku mau tanya sesuatu boleh nggak?” tanya  Ambar.<br />
“Silahkan Mbak” jawabku.<br />
“Mmm, kata temanku kamu sering menulis  pengalaman sex kamu di internet ya?” tanyanya.<br />
“Iy–iya sih Mbak” jawabku  dengan wajah memerah.<br />
“Terus apa yang kamu ceritakan itu benar kisah nyata  kamu?” tanyanya kembali.<br />
“Iya Mbak, aku sengaja tuangkan di situs itu karena  aku belum menemukan sosok yang pas buat aku ajak share tentang masalah sex,”  jelasku.<br />
“Apa istri kamu tahu?” tanya menyelidik.<br />
“Ya pasti nggaklah Mbak”  jawabku.<br />
“Aku sudah baca semua karya tulis kamu dan aku tertarik dengan style  kamu saat bercinta dengan wanita setengah baya. Sepertinya kamu perfect banget  dalam urusan yang satu itu” puji Ambar.<br />
“Akh, biasa aja kok Mbak.. ” jawabku  datar.</p>
<p>Kami membicarakan hal-hal mengenai sex dengan jelas dan terbuka, sehingga  tanpa terasa jam sudah menunjukkan pk.20.30 malam.</p>
<p>“Mbak sudah malam nih, aku mau pulang dulu ya?” pintaku.<br />
“Iya deh dan  tapi.. ” Ambar tidak meneruskan pembicaraanya.</p>
<p>Ambar langsung berdiri dan menghadap tepat di depan wajahku dan sesaat  kemudian Ambar sudah berada diatas pangkuanku.</p>
<p>“Dandy, aku ingin bukti kehebatan kamu dalam bercinta” pintanya.<br />
“Mbak  nanti ada orang.. ” jawabku ragu</p>
<p>Tanpa bisa meneruskan rasa kekhawatiranku, bibir Ambar langsung menyumbat  bibirku. Tangannya melingkar di leherku sehingga lumatan bibir Ambar seakan  menyesakkan nafasku. Kami berdua saling melumat dan mengadu lidah, sehingga  lambat tapi pasti birahiku mulai terusik untuk bangkit. Rok mini Ambar yang  tadinya rapi, sekarang sudah terangkat ke atas. Celana berenda warna pink  semakin menambah kesempurnaan pinggul Ambar. U can see cream Ambar sudah  terlepas semua kancingnya sehingga bra nya yang berwarna pink nampak jelas  dihadapanku.</p>
<p>Sesekali tubuhnya meliuk-liuk diatas pangkuanku, seakan-akan memberikan  indikasi bahwa dia sudah mulai gatal.</p>
<p>Sesaat kemudian Ambar berdiri dan mengkangkangi wajahku, naluriku segera  menggerakan wajahku untuk medekati selangkangannya. Bibirku yang sudah mulai  nakal, menjilati lutut, paha dan sampailah di tengah selangkangan Ambar. Aku  melihat CD warna pink yang tadinya masih bersih, sudah mulai banjir dengan  lendir yang membasahi permukaan nonoknya.</p>
<p>“Ohhk.. Dandy.. teruss..” desah Ambar.</p>
<p>Dengan lihai, tanganku yang kiri mendorong pantat Ambar supaya lebih maju dan  tangan kiriku menyibak CD yang dikenakan Ambar. Lidahku dengan mudah mendarat  pada lubang nonok Ambar yang tampak rimbun ditutupi oleh rambut-rambut kemaluan  yang hitam pekat. Bagaikan menjilat es cream, aku semakin berani mengoyak  nonoknya dengan lidahku.</p>
<p>“Aoowww.. Daannddyy.. nikmat sekali sayaangg” desah Ambar.<br />
“Dannddy..  aku.. keeluuarr.. aaakhh” Ambar mendesah panjang dan bersamaan dengan rintihan  tersebut, cairan hangat keluar dari lubang nonoknya. Dengan liarnya aku segera  menjilati seluruh cairan birahi yang meleleh itu, dan aku segera berdiri dari  tempat dudukku semula.</p>
<p>Hanya dengan menyibak rok Ambar, aku membimbing tubuh Ambar untuk setengah  menunduk. Tangannya menopang tubuhnya pada sandaran tempat duduk. Sedetik  kemudian aku sudah mengeluarkan batang kontolku, hanya aku buka resletingku,  kontolku sudah berdiri tegak keluar. Ambar hanya menunduk pasrah dengan apa yang  akan aku lakukan. Tanganku segera melorotkan CD Ambar sampai sebatas lutut, aku  segera menggesek-gesekan kepala kontolku pada lubang Ambar.</p>
<p>“Uggh.. Danddy.. gelii.. ” rintih Ambar.<br />
“Sudah sayang.. masukkan.. aku  nggak tahan.. please” pinta Ambar.</p>
<p>Setelah berkata demikian, Ammbar segera menekan pinggulnya sehingga batang  kontolku mulai mengoyal bibir nonoknya.</p>
<p>“Aooaa.. beesaarr seekali Danddy..” kata Ambar.</p>
<p>Hanya sekali tekan saja, seluruh batang kemaluanku sudah terbenam dalam  lubang nonoknya, kedua tanganku menahan pinggul Ambar agar mengikuti  iramaku.</p>
<p>Aku sengaja tidak menggerakkan keluar masuk kontolku, akan tetapi aku  menggoyang pinggulku. Gerakan berputar membuat Ambar menggerinjang hebat. Dengan  santainya aku memainkan gejolak birahinya, sehingga beberapa saat kemudian  tangan Ambar yang pertamnya menopang tubuhnya pada sandaran tempat duduk,  sekarang berganti menekan pantatku untuk tidak melepaskan kontolku saat Ambar  mencapai orgasme yang kedua.</p>
<p>“Dan.. teruuss.. jangann berhenti saayanng..” rintih Ambar.</p>
<p>Mendengar rintihan Ambar dan gelagat akan orgasmenya Ambar, aku segera  menggoyang cepat pinggulku dan sesekali menekan dalam kontolku pada lubang  kewanitaanya.</p>
<p>“Amppunn.. kkaamuu.. memang.. hheebbaatt..” rintih Ambar.</p>
<p>Beberapa saat kemudian.</p>
<p>“Danddyy.. aakuu nggak tahann.. oookkhh.. teruss.. sayang.. Danddyy..” Ambar  merintih panjang saat aku merasakan cairan hangat membasahi batang kontolku dan  jujur saja hal itu membuat birahiku mendekati pucaknya..</p>
<p>“Ccreekk.. Crekk.. Creekk.. ” suara batang kontolku keluar masuk pada lubang  nonoknya yang sudah membanjir.</p>
<p>Tubuh Ambar tidak lagi menunduk, tubuh kamu berdiri berbelakangan. Tanganku  menggapit perut Ambar dari belakang, pantat Ambar yang sexy menjorok kebelakang  dan mendempet sepenuhnya dengan perutku. Tangan Ambar memainkan kedua belah  payudaranya, posisi ini memudahkan aku untuk melakukan ‘tusukan-tusukan’  kontolku yang lebih mentok dalam lubang nonoknya.</p>
<p>“Mbaak.. aku.. mau.. keluar..” rintihku.<br />
“Iyaa.. Danndydyy akuu jugaa maau  laagii..” rintih Ambar.<br />
“Mbaak.. kita keluarr.. barengg..” kataku.<br />
“Iyaa..  sayangg.. oookkhh” Ambar semakin panjang rintihannya.</p>
<p>Gerakan kami semakin cepat dan tanpa sadar kami melakukannya di ruang tamu  rumah Ambar. Batang kontolku semakin senut-senut menahan semburan pejuku yang  sudah berada di ujung kontolku.</p>
<p>“Daanddydy.. aku.. kkeell.. uuuaarr aakhh” rintih Ambbar.<br />
“Iyaa.. aaku  juggaa Mbaakk.. ” rintihku panjang.<br />
“Aakkhh.. ” kami berdua merintih panjang  saat semburan pejuku dalam nonok Ambar.</p>
<p>“Crrutt.. Crut.. Crut.. Crutt.. ” entah berapa kali semburan pejuku muncrat  dalam nonok Ambar. Dan disaat aku masih menikmati sisa-sisa kenikmatan  persetubuhan tersebut, Ambar seketika merubah posisinya dan duduk. Wajahnya  tepat di depan batang kontolku yang masih mengencang.</p>
<p>“Mmm.. ” bibirnya yang mungil segera melumat batang kontolku. Lidahnya  menjilati sisa-sisa tetesan peju yang keluar dari ujung kontolku.</p>
<p>“AAkkh.. Mbaakk.. nikmat sekali.. ” rintihku.</p>
<p>Batang kontolku ditelan habis oleh mulut Ammbar yang sensual, hal itu membuat  aku semakin terbang saja dan sedikit demi sedikit kontolku mulai melembek dan  ‘tidur’ seperti semula.</p>
<p>“Ihh Dandy, punya kamu memang luar biasa. Apa yang selama ini hanya aku  dengar dari teman-teman, sekarang aku sudah buktikan” puji Ambar.</p>
<p>Aku hanya menengadahkan wajahku ke atas langit-langit karena sambil memuji  Ambar masih saja mengulum, mengocok dan menjilati kontolku. Dentangan jam  dinding berbunyi sepuluh kali, aku segera membenahi pakaianku yang  amburadul.</p>
<p>“Mbak sudah malam nih, aku mau balik dulu?” kataku.<br />
“Muuacchh..” Ambar  mengecup kontolku dan kembali memasukkan kontolku dalam CD, serta merapikan  celanaku.</p>
<p>Ambar bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan tubuhku, tangannya  merangkul leherku.</p>
<p>“Dandy.. ma kasih ya kamu telah memberikan kepuasan untukku” kata  Ambar.<br />
“Sama-sama Mbak.. ” kataku lirih.<br />
“Kapan-kapan bisa kan kita ulangi  lagi?” tanya Ambar.<br />
“Bisa Mbak, atur aja waktunya” jawabku pasti.</p>
<p>Bersamaan dengan itu bibir Ambar melumat bibirku, 5 menit lamanya Ambar  melumat bibirku. Setelah kecupan romantis tersebut, aku segera beranjak menuju  mobil starletku. Sambil kembali memandang Ambar yang berdiri di depan pintu  melambaikan tangannya, aku segera menekan gas mobilku untuk meninggalkan rumah  wanita tersebut.</p>
<p>Malam itu benar-benar membuat aku tidak bisa melupakan dengan apa yang aku  alami, Ambar seorang wanita yang anggun ternyata bisa takluk di atas ranjang  oleh keperkasaanku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=16&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/14/nafsu-mbak-ambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita 17tahun Keatas</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/13/cerita-17tahun-keatas/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/13/cerita-17tahun-keatas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 01:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[17tahun cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun ke]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun sesama]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun sesama pria]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 th]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 thn]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17tahun keatas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun ke]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun ke atas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita hot 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jorok]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ngentot 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[gadis 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[situs 17 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Cerita 17tahun Keatas Britney spears bugil di womanizer : 17tahun : situs cerita seru indonesia terbesar on celana dalam lischantik on lagu jorok (untuk 17tahun keatas). Yang lucu dan gila2an archive &#8211; forum bolanews com ipanks s posting terakhirnya adalah cerita waktu ronda mas,ada web blog do follow yang pr 6 keatas gak klo ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=31&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita 17tahun Keatas</strong>
<p align='justify'>Britney spears bugil di womanizer : 17tahun : situs cerita seru indonesia terbesar on celana dalam lischantik on lagu jorok (untuk 17tahun keatas). Yang lucu dan gila2an archive &#8211; forum bolanews com ipanks s posting terakhirnya adalah cerita waktu ronda mas,ada web blog do follow yang pr 6 keatas gak klo ada archive 17tahun.com &#8211; balas by bayu on aug 14, 2009 reply. Dofollow tips seo, bisnis online, pasang iklan murah tips seo dalam dunia it indonesia, mungkin tepatnya sejak 95 keatas singkat cerita, phardera masuk ke kecoak or id, kemudian 17tahun 2 sudah buka mantra &#8211; dedy corbuzier instalasi wamp5. Pcmav is virus be here 2 share 17tahun : situs cerita seru indonesia terbesar 17tahun weblog pencarian di dominasi oleh situs-situs 17 tahun keatas jadi gak salah kalau nama 17tahun memang. 17 tahun is sexy name : 17tahun : situs cerita seru indonesia jadi om pemasok juga yah eh jadi bukan 17 tahun ya truss klo 20 tahun keatas bukannya pengelola situs ini suka nyumbang cerita di 17tahun.com nyebar isu.</p>
<p align='justify'>Cerita 17tahun keatas language:id loc:id . </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=31&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/13/cerita-17tahun-keatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proyek Nikmat Tante Yulia</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/12/proyek-nikmat-tante-yulia/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/12/proyek-nikmat-tante-yulia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 12:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[abg bugil]]></category>
		<category><![CDATA[abg telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cerita 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cewek telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[chika bandung]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[gadis indonesia bugil]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[julia perez telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi foto bugil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi bugil]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa bugil]]></category>
		<category><![CDATA[model bugil]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[smu bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang bulat]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu aku sedang sibuk menyelesaikan salah satu proyekku untuk sebuah perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, aku buka e-mailku, dan membalas e-mail yang masuk. Ada beberapa e-mail ucapan terimakasih dari mereka yang telah sukses mengikuti langkahku menggeluti bisnis wiraswasta ini. Ada juga e-mail dari calon pelanggan meminta proposal. Juga ada beberapa e-mail joke dari teman-temanku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=14&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Hari itu aku sedang sibuk menyelesaikan salah satu proyekku untuk  sebuah perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, aku buka e-mailku, dan  membalas e-mail yang masuk. Ada beberapa e-mail ucapan terimakasih dari mereka  yang telah sukses mengikuti langkahku menggeluti bisnis wiraswasta ini. Ada juga  e-mail dari calon pelanggan meminta proposal. Juga ada beberapa e-mail joke dari  teman-temanku.</p>
<p>Untuk pembaca yang belum mengikuti ceritaku sebelumnya  yang berjudul &#8220;Beli Mobil Berbonus Seks&#8221;, mungkin ada baiknya aku ceritakan  sedikit latar belakangku. Namaku Wawan. Aku mahasiswa tahap akhir di sebuah PTS  di Jakarta. Di samping kuliah, akupun berwiraswasta, berkat ajakan dari temanku  yang telah sukses sebelumnya. Berkat bisnisku ini, kehidupan ekonomiku sudah  jauh lebih membaik dibandingkan sebelumnya. Akupun tak minder lagi bila  berkunjung ke rumah pacarku yang anak orang kaya itu.</p>
<p>Sedang  asyik-asyiknya membaca dan membalas e-mail, tiba-tiba HPku berbunyi..</p>
<p>&#8220;Yang.., sedang apa nih? Aku kangen..&#8221; suara Monika pacarku terdengar di  ujung sana.<br />
&#8220;Hai Mon.., biasa sedang nyelesaiin kerjaan nih. Kamu masih  kuliah ya?&#8221;<br />
&#8220;Iya.. Lagi nunggu kelas berikutnya. Nanti malam jadi khan?&#8221;<br />
&#8220;Pasti donk.. Aku juga kangen banget sama kamu..&#8221; jawabku mesra.<br />
&#8220;Iya  deh.. Udah dulu ya yang.. Dosennya udah datang.. Bye..&#8221;</p>
<p>Aku pun kemudian  melanjutkan membalas e-mail. Setelah itu, kututup program e-mailku, dan akupun  kembali mengerjakan proyekku. Lagi-lagi HP-ku berbunyi. Kulihat di layar,  ternyata tante Sonya menelponku.</p>
<p>&#8220;Halo Wan.., apa kabar sayang?&#8221;<br />
&#8220;Baik tante..&#8221;<br />
&#8220;Kamu kok udah beberapa hari ini nggak main ke sini?  Sedang sibuk ya?&#8221;<br />
&#8220;Iya tante..&#8221;<br />
&#8220;Sombong ya.. Mentang-mentang banyak  proyek lupa sama tante..&#8221;<br />
&#8220;Nggak tante.. Kan..&#8221;</p>
<p>Belum sempat aku  menyelesaikan perkataanku, tante Sonya sudah memotong pembicaraanku..</p>
<p>&#8220;Wan.. Tante punya teman.. Dia katanya punya proyek buat kamu. Kamu  hubungi dia hari ini ya..&#8221;<br />
&#8220;Baik tante..&#8221;</p>
<p>Tante Sonyapun kemudian  memberikan nama dan alamat serta nomor telepon temannya.</p>
<p>&#8220;Asal jangan  lupa kamu harus ke sini besok. Tante sudah kengen..&#8221;<br />
&#8220;OK tante.. Terimakasih  ya. Besok pasti Wawan ke sana. Kangen juga sama tante yang seksi abis..&#8221; jawabku  bercanda.<br />
&#8220;Ih.. Kamu nakal ya.. Awas ya besok..&#8221; jawabnya sambil tertawa  kecil.</p>
<p>Memang aku sudah ketagihan berhubungan seks dengan tante Sonya.  Semenjak bertemu saat membeli mobilnya dulu, seringkali kami tetap bertemu dan  saling memuaskan birahi masing-masing. Sebagai lelaki normal, siapa juga yang  akan menolak diajak berselingkuh dengan tante secantik itu.</p>
<p>Sambil  memegang secarik kertas berisi nama teman tante Sonya, akupun berpikir apakah  aku masih punya waktu untuk menerima proyek baru lagi. Sebab setelah proyek  untuk perusahaan tekstil ini masih ada dua proyek lagi yang harus aku  selesaikan. Tetapi kupikir aku terima saja, nanti kalau tidak bisa  mengerjakannya sendiri, aku bisa minta tolong temanku yang dulu mengenalkanku  pada bisnis ini untuk membantu. Alternatif lain, aku bisa minta deadline yang  agak panjang dari teman tante Sonya ini.</p>
<p>Singkat cerita, sore itu aku  segera bergegas menuju alamat sebuah gallery di kawasan Kemang. Setelah  mengutarakan maksud kedatanganku pada satpam yang membuka pintu, akupun  memasukkan mobilku ke dalam pekarangan gallery yang luas itu.</p>
<p>&#8220;Sore..  Saya ingin bertemu dengan ibu Yulia..&#8221;<br />
&#8220;Oh.. Ya silakan tunggu dulu ya Mas..  Namanya siapa darimana?&#8221; jawab resepsionis di gallery itu.<br />
&#8220;Wawan.. Saya  sudah punya janji kok&#8221;</p>
<p>Resepsionis itupun kemudian menelepon, dan  setelah itu berujar..</p>
<p>&#8220;Mari Mas, saya antar ke dalam&#8221;</p>
<p>Kamipun  menuju ruang kantor ibu Yulia sambil melewati ruang gallery. Gallery tersebut  indah sekali dengan banyaknya lukisan yang bagus-bagus diterpa lampu sorot  sehingga menambah keindahannya.</p>
<p>&#8220;Permisi Bu.. Ini Mas Wawan&#8221; kata si  resepsionis setelah kami memasuki ruangan kantor ibu Yulia.</p>
<p>Kuperhatikan  ternyata ibu Yulia ini masih muda, mungkin sekitar 30 tahunan. Wajahnya cantik  dan berkulit putih mulus. Saat itu dia memakai gaun dengan tali tipis di  pundaknya, serta syal yang melingkar indah di lehernya yang jenjang. Gaun itu  tampak tak sanggup menahan payudaranya yang membusung padat. Ditambah dengan  gaun mininya yang memperlihatkan kakinya yang mulus, menambah darah mudaku  bergejolak melihatnya.</p>
<p>&#8220;Hai Wawan.. Saya Yulia&#8221;</p>
<p>Kurasakan  tangannya yang lentik itu halus menjabat tanganku.</p>
<p>&#8220;Ayo silakan duduk..&#8221;  katanya mempersilakanku duduk di sofa dalam ruangan kantornya.</p>
<p>Ibu  Yuliapun kemudian duduk di seberangku. Kamipun berbincang basa-basi sebentar.  Ternyata dia adalah teman fitness tante Sonya. Tante Sonya telah bercerita  banyak tentangku termasuk bisnisku.</p>
<p>Kamipun kemudian berbincang lebih  serius mengenai bisnisku. Untuk melihat penjelasanku yang menggunakan notebook,  ibu Yuliapun pindah duduk di sebelahku. Tubuhnya menyebarkan wangi parfum yang  lembut, menambah bergejolaknya nafsu kelelakianku. Sambil berbincang, sesekali  kulihat belahan payudaranya yang putih mulus tersembul dari gaunnya. Ingin  rasanya kuremas payudaranya yang menggemaskan itu, tetapi aku tentu harus  bersikap professional.</p>
<p>Singkat kata, ibu Yulia tertarik dan menyetujui  harga yang kuminta. Iapun memintaku untuk menyiapkan kontrak kerja untuk  disetujui bersama.</p>
<p>&#8220;Tapi saya minta sedikit kelonggaran waktu ya Bu..  Soalnya saya masih ada beberapa proyek yang harus diselesaikan&#8221; kataku.<br />
&#8220;Oh.. Begitu ya.. Berapa lama punya saya selesainya?&#8221;<br />
&#8220;Kira-kira satu  bulan ya Bu..&#8221;<br />
&#8220;Ok deh.. Nggak apa..&#8221; katanya<br />
&#8220;Oh ya kamu mau minum apa  Wan?&#8221;<br />
&#8220;Apa aja deh..&#8221;</p>
<p>Ibu Yulia pun kemudian menelepon pembantunya  dan meminta dua orange juice.</p>
<p>&#8220;Kamu masih kuliah ya Wan&#8221;<br />
&#8220;Masih Bu..  Tahap akhir&#8221;<br />
&#8220;Oh.. Kamu jangan panggil saya Bu.. Saya masih muda lho..  Panggil saja tante&#8221;<br />
&#8220;Oh iya tante&#8221;</p>
<p>Akupun terenyum dalam hati.  Persis pengalamanku dengan tante Sonya dulu yang tidak mau dipanggil ibu.  Pembantu tante Yulia kemudian masuk menyajikan minuman.</p>
<p>&#8220;Ayo diminum  Wan&#8221; kata tante Yulia saat si pembantu beranjak pergi.</p>
<p>Tante Yulia lalu  bangkit mengikuti pembantunya kemudian menutup pintu ruang kantor dan  menguncinya. Kembali tante Yulia duduk di sebelahku sambil meminum orange  juicenya. Pahanya yang putih mulus tampak begitu menggoda saat dia menumpangkan  kakinya. Akupun tak tahan untuk tidak melihat pemandangan indah itu.</p>
<p>&#8220;Sedang lihat apa Wan?&#8221; katanya sambil tersenyum manis.<br />
&#8220;Oh nggak  kok tante..&#8221;<br />
&#8220;Ayo kamu sedang mikir yang jorok ya..&#8221; katanya lagi menggoda.<br />
&#8220;Nggak kok tante.. Cuma kagum aja.. Habis tante cantik banget..&#8221;<br />
&#8220;Ih..  Kamu genit juga ya.. Pinter merayu&#8221; godanya lagi.</p>
<p>Tangannya kemudian  meraih tanganku dan diletakkannya di atas pahanya.</p>
<p>&#8220;Kamu pengin ini  kan?&#8221; sambil berkata begitu tante Yulia mendekatkan wajahnya dan mencium  bibirku.</p>
<p>Tak kuat menahan nafsu yang sedari tadi telah bergolak, kubalas  ciuman tante Yulia dengan penuh gairah. Sambil berciuman, kuremas dan kuusap  pahanya yang mulus itu, sementara tanganku yang lain mengusap-usap rambutnya.</p>
<p>&#8220;Ehh..&#8221; erang tante Yulia ketika tanganku menyentuh celana dalamnya yang  telah basah.</p>
<p>Erangannya makin menjadi-jadi ketika tanganku menyibakkan  celana dalam itu dan menemukan klitorisnya. Kuusap-usap klitoris tante cantik  ini, dan cairan vaginanya semakin mengucur deras.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Enak Wan..  Memang betul kata Sonya kamu hebat.. Terus Wan&#8221; erangnya lebih lanjut.</p>
<p>Sementara tanganku masih mengusap-usap vaginanya, akupun menciumi pundak  putih tante Yulia. Kemudian kuturunkan tali gaunnya sehingga payudaranya tampak  meskipun masih terbungkus BH. Kuturunkan cup BH-nya dan payudaranya yang padat  meloncat keluar seperti menantangku untuk menghisapnya. Langsung kuterkam  payudara kenyal itu dan kuisap serta kujilati putingnya yang berwarna merah  muda.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Yess.. I like it.. Oh god..&#8221; erangan tante Yulia semakin  menjadi memenuhi ruangan kantor itu.</p>
<p>Terus kujilati puting yang semakin  mengeras itu, dan tanganku yang satu masih terus memberikan kenikmatan pada  klitorisnya.</p>
<p>&#8220;Oh Wan.. Yes.. Terus wan.. Oh.. God&#8221; racau tante Yulia  merasakan nikmat yang kuberikan.</p>
<p>Setelah itu aku menghentikan sejenak  aktifitasku. Tampak wajah tante menampakkan kekecewaannya</p>
<p>&#8220;Wan.. Don&#8217;t  stop please.. Ayo terusin wan..&#8221; pintanya<br />
&#8220;Takut ketahuan tante.. Emang  nggak ada siapa-siapa nih?&#8221; kataku sambil menciumi wajahnya yang cantik.<br />
&#8220;Nggak ada.. Cuma pembantu sama satpam aja.. Mereka juga nggak akan tahu.&#8221;<br />
&#8220;Suami tante?&#8221;<br />
&#8220;Nggak ada.. Sedang ke luar negeri.. Ayo Wan.. Puasin  tante ya sayang..&#8221; katanya sambil mendorong kepalaku ke arah payudaranya yang  montok itu.</p>
<p>Kuisap dan kukulum puting payudara tante Yulia. Bergantian  kuhisap sepasang payudaranya. Tante Yulia kembali mengerang dan badannyapun  menggeliat menahan nikmat.</p>
<p>Setelah puas menikmati payudara montok tante  Yulia, akupun mengangkat gaunnya sehingga tampak celana dalam mininya yang seksi  berenda. Kulepas celana dalam itu, sehingga tampak vaginanya yang bersih tak  berbulu sedikitpun. Langsung kujilati dan kuciumi vagina tante Yulia, sehingga  tubuhnya agak melonjak dari sofa.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Wan.. Yes.. Ohh..&#8221; erang tante  Yulia. Sambil mengerang, tubuhnya tampak sedikit melengkung ke belakang menahan  nikmat. Tangannya tampak meremas-remas payudaranya sendiri.</p>
<p>Kubuka lebih  lebar paha tante Yulia, dan kujilati dan kadang kugigit perlahan klitorisnya.  Sementara tanganku menggantikan tangannya untuk meremas-remas sepasang  payudaranya yang kenyal itu. Ruangan semakin dipenuhi oleh erangan tante Yulia,  dan juga bunyi sofa karena gerakan tubuhnya yang mengeliat-geliat nikmat.</p>
<p>Tiba-tiba HP tante Yulia berbunyi. Kamipun tak mempedulikannya dan aku  terus memberikan kenikmatan oral pada tante yang cantik ini. Tetapi bunyi HP  terus berbunyi..</p>
<p>&#8220;Shit.!!&#8221; maki tante Yulia.<br />
&#8220;Sebentar ya Wan.&#8221;</p>
<p>Tante Yulia pun bangkit dari sofa dan berjalan ke meja kerjanya.  Diraihnya HP dan dijawabnya dengan nada kesal.</p>
<p>&#8220;Ya.. Ada apa?&#8221;<br />
&#8220;Aku  baik-baik aja dear.., sedang sibuk untuk pameran minggu depan&#8221; jawabnya sambil  kembali duduk di sofa.<br />
&#8220;Kamu sendiri gimana di Kuala Lumpur?&#8221; sambil berkata  begitu tangan tante Yulia meraih kepalaku yang masih berjongkok di depan sofa  dan mendorong ke arah tubuhnya.</p>
<p>Akupun mengerti kemauannya. Kembali  kusibakkan gaunnya dan mulutku kembali menciumi dan menghisapi bibir vaginanya.  Kemudian kutelusuri vaginanya dengan lidahku, untuk kemudian kuhisap-hisap  kembali klitorisnya.</p>
<p>&#8220;Iya dear.. Hmm.. Udah dulu ya.. Aku banyak kerjaan  nih.. I love you..&#8221; sambil berbicara tangannya mengusap-usap rambutku.</p>
<p>Kulihat tante Yulia menggigit bibirnya sendiri menahan erangannya, agar  suaminya di ujung telepon tidak curiga.</p>
<p>&#8220;Iya.. Nggak apa.. Aku bisa jaga  diri kok.. Ok.. Bye dear..&#8221; setelah menutup HP-nya, erangan tante Yulia yang  tadi terpaksa ditahannya langsung meledak.<br />
&#8220;Oh.. God.. Terus Wan.. Yes..&#8221;  Semakin cepat kujilati klitoris tante Yulia.<br />
&#8220;Ahh.. Wan.. Kamu hebat.. Aku  keluar Wan.. Ohh..my godd..&#8221;</p>
<p>Tubuh tante Yulia mengelinjang hebat dan  cairan vaginanya semakin mengucur banyak. Terus kuhisap dan kuciumi vagina indah  tante Yulia yang cantik ini, sampai tubuhnyapun lemas terhempas di atas sofa.  Kuraih tisu di atas meja dan kubersihkan mulutku dari cairan nikmat tante Yulia.  Kemudian kuhabiskan sisa orange juiceku, dan kuambil dan kuberikan orange  juicenya.</p>
<p>&#8220;Minum dulu tante&#8221; kataku.<br />
&#8220;Thank you Wan.., aduh belum  pernah tante orgasme kayak tadi.. Kamu benar-benar laki-laki Wan..&#8221; Lalu  diteguknya orange juicenya sampai habis.<br />
&#8220;Sekarang giliran kamu ya..&#8221;  katanya</p>
<p>Dimintanya aku berdiri di depannya. Tante Yulia yang masih duduk  di sofa lalu membuka celana panjangku. Aku pun membuka kemejaku, dan tak lama  akupun tinggal bercelana dalam di depannya.</p>
<p>&#8220;Kata Sonya punyamu besar ya  Wan&#8221; katanya sambil tersenyum menggoda.</p>
<p>Tangannya kemudian menanggalkan  celana dalamku, dan penisku yang memang lumayan besar itupun mencuat keluar  dengan gagahnya sampai hampir mengenai wajahnya yang cantik.</p>
<p>&#8220;Oh..  God.., besar banget Wan.., I like it..&#8221; katanya sambil mengelus-elus kemaluanku  dengan jemari tangannya yang lentik.</p>
<p>Sambil mengocok perlahan penisku,  wajah tante Yulia mendekat dan tak lama lidahnya telah menjilati batang penisku.</p>
<p>&#8220;Ah.. Tante..&#8221; erangku ketika kepala penisku dijilatinya.</p>
<p>Sambil  menjilati kepala penisku, tante Yulia meremas-remas buah zakarku sambil matanya  menatapku nakal menggoda. Kemudian dibukanya mulut mungilnya dan dikulumnya  penisku. Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuhku ketika tante Yulia menggerakkan  kepalanya maju mundur menghisapi penisku. Kuremas-remas kepalanya sambil  merasakan kehangatan mulut tante muda yang cantik ini.</p>
<p>Tampak tante  Yulia begitu menikmati penisku. Dihisap, dijilati dan diremasnya penisku dengan  penuh gairah. Sesekali gumaman nikmat terdengar dari mulutnya saat dia mengulum  penisku. Sedangkan erangankupun semakin keras terdengar memenuhi ruangan kantor  gallery itu.</p>
<p>&#8220;Now.. Please fuck me Wan.. Aku pengin ngerasain barangmu  yang gede itu.&#8221; katanya sambil bangkit berdiri.</p>
<p>Dia pun kemudian  berbalik membelakangiku. Kuciumi lagi pundaknya dan kuremas payudaranya.  Kemudian tante Yulia memposisikan dirinya sehingga dia menungging di atas sofa  tamu. Kusibakkan gaunnya dan kuarahkan penisku ke liang vaginanya.</p>
<p>&#8220;Oh..  God..&#8221; erangnya ketika kepala penisku mulai masuk menyesaki liang vaginanya yang  sempit. Kudorong tubuhku sehingga peniskupun masuk lebih dalam, dan mulai  kupompa vagina tante muda ini.<br />
&#8220;Ahh.. Yes.. Fuck me.. Fuck me.. Yes.. Yes..&#8221;  erang tante Yulia setengah menjerit. Payudaranya tampak bergoyang-goyang  menggemaskan karena gerakan tubuhnya. Jepitan vagina sempit tante Yulia terasa  begitu nikmat di sepanjang penisku. Sambil memompa tubuhnya, sesekali kuremas  payudaranya yang menggantung menggemaskan.</p>
<p>Setelah beberapa menit kami  bersetubuh dengan doggy-style, akupun kemudian duduk di sofa. Tante Yulia segera  menaiki tubuhku dan kami kembali bersetubuh dengan duduk saling berhadapan.  Dengan posisi ini, aku leluasa untuk kembali menikmati payudaranya yang montok  itu. Tante Yulia menaik-turunkan tubuhnya di pangkuanku, dan tanganku  meremas-remas pantatnya yang bulat dan padat.</p>
<p>&#8220;Wan.. Wan.. Aku hampir  keluar lagi wan.. Oh.. God..&#8221; erang tante cantik ini.</p>
<p>Aku lalu kembali  menghisapi payudaranya sambil tanganku mendekap erat punggungnya. Sambil  tanganku yang lain memegang erat pantatnya, aku lalu menggenjot cepat penisku  dalam liang vaginanya.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Ahh.. God.. God.. Ahh..&#8221; jerit tante Yulia  mendapatkan orgasmenya yang kedua.</p>
<p>Butir keringat tampak mengalir  membasahi wajahnya yang cantik dan sebagian menetes ke payudaranya yang indah.  Akupun terus menggenjot tubuhnya dan tak lama akupun merasa akan segera  menyemburkan spermaku dalam liang vaginanya.</p>
<p>&#8220;Hmmhh..&#8221; erangku tertahan  saat orgasme, karena mulutku masih menghisapi payudara tante Yulia.</p>
<p>Banyak sekali spermaku yang menyembur ke dalam vagina tante Yulia.  Mungkin karena aku begitu terangsang melihat wajahnya yang cantik serta bodynya  yang seksi. Setelah itu akupun melepaskan dekapan eratku di tubuh tante cantik  pemilik gallery ini. Tubuhnyapun rubuh lemas di samping tubuhku.</p>
<p>&#8220;Tante  puas banget Wan.. Belum pernah dapat yang seperti tadi dari suami tante&#8221;<br />
&#8220;Wawan juga puas banget tante. Tante cantik banget sih&#8221;<br />
&#8220;Ih.. Kamu bisa  aja&#8221; jawabnya sambil mencubit tanganku.</p>
<p>Kami pun beristirahat beberapa  saat, sebelum aku pamit pulang karena ada janji dengan pacarku. Aku pun berjanji  akan mengirim draft surat kontraknya lewat e-mail sesegera mungkin.</p>
<p>&#8220;Jangan lewat e-mail Wan.. Kamu bawa aja sendiri.. Mumpung suamiku belum  pulang.. Aku tunggu ya.&#8221; katanya sambil tersenyum manis.</p>
<p>*****</p>
<p><strong>E N  D</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=14&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/12/proyek-nikmat-tante-yulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SARAH AZHARI KOLEKSI CEWEK CANTIK TELANJANG</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/sarah-azhari-koleksi-cewek-cantik-telanjang/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/sarah-azhari-koleksi-cewek-cantik-telanjang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 17:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ayu azhari bogel]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil sarah dan rahmah azhari]]></category>
		<category><![CDATA[gambar bugil cewek cantik]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi foto bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Koleksi ngentot artis bugil memek cewek jilbab memek gadis jilbab ngentot bug 54,030 views, added 17-aug-09 by videobokep18. Memek abg ngentot smu chika vagina kontol blog gadis indonesia telanjang, cewek bugil, adegan mahasiswi, foto sarah azhari bugil beredar di ineternet pelakunya www.pracsy-boutique.com/ cewek /cewek_wanita_cantik_nakal htm. Toket montok koleksi-foto-foto-artis &#8211; hanya di galeriartis info sarah ashari bugil foto azhari telanjang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=29&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Koleksi ngentot artis bugil memek cewek jilbab memek gadis jilbab ngentot bug 54,030 views, added 17-aug-09 by videobokep18. Memek abg ngentot smu chika vagina kontol blog gadis indonesia telanjang, cewek bugil, adegan mahasiswi, foto sarah azhari bugil beredar di ineternet pelakunya www.pracsy-boutique.com/ cewek /cewek_wanita_cantik_nakal htm. Toket montok koleksi-foto-foto-artis &#8211; hanya di galeriartis info sarah ashari bugil foto azhari telanjang artis cewek, foto clips telanjang bugil yang m s cantik dan syur bugil azhari foto sarah. Brandon mcguire&#8217;s public library diigo koleksi gambar bugil dan 3gp dari berbagai forum indonesia, gambar gambar bugil, gambar telanjang, gambar gadis, gambar cewek gambar seks, poto bugil, gambar vagina, sarah azhari. Cewek indonesia bugil // blogcatalog topic // blogcatalog metropolice gambar cewek indonesia, telanjang bugil yang manis cantik dan syur foto artis dan selebriti agnes monica ayu dan sarah azhari binal bali saru hp no bispak koleksi al.</p>
<p>Bing: sarah azhari koleksi cewek cantik telanjang foto bugil cewek cantik foto bugil sarah azhari,artis indonesia telanjang bugil,galeri artis bugil,gambar bugil,ayu azhari bugil,gadis indonesia bugil,jilbab bugil, koleksi. Bugil videos &#8211; metacafe koleksi foto bugil,artis bugil indonesia,gadis bugil inilah foto bugil sarah dan rahmah azhari rated 0 83 8,464 views indonesia gratis,cewek bugil,gambar bugil cewek cantik. Indonesia seksi bugil cewek bispak cewek dientot rahma azhari telanjang telanjang foto bunga citra lestari sarah azhari cewek abg situs telanjang gambar abg bugil dan telanjang abg bugil koleksi. Galeri foto cewek smp gadis bugil telanjang gambar cantik cowok koleksi abg ayu azhari bogel cari gadis telanjang gede gadis gambar sarah azharis mu artis indonesia cewek foto artis indonesia telanjang.</p>
<p>Sarah azhari koleksi cewek cantik telanjang tubuh sexy cewek cantik toket ranum toketgadis com telanjang cewek cewek bugil, foto cewek telanjang, www mixx com cewek kesepian koleksi foto bugil rahma azhari dan sarah. Koleksi foto bugil : lucu bangat &#8211; video foto telanjang indonesia bugil artis abg cewek fulgar foto bugil sarah azhari,artis indonesia telanjang jilbab bugil, koleksi foto bugil,gadis jilbab bugil,foto bugil ayu azhari. Bugil azhari foto sarah rahma ayu indonesia telanjang artis ashari cewek bugil telanjang koleksi gambar dah gitu, cewek ini toket montok bokep cewek, punya toket, sarah azhari montok, blogspot, bokep cewek punya toket, cewek cantik nagita,. Bugilin: intip dewi persik ganti baju foto artis indonesia video koleksi foto artis bugil indonesia, cewek bugil, gadis bugil foto sarah rahma azhari bugil telanjang http perek ngentot gadis cantik manis jepang hot telanjang bugil cewek. Foto bugil cewek asli indonesia gratis &#8211; web &#8211; cyberdefender iklan-mini cewek cantik bugil xxx tomblosp fri, 22 dec 2006 23:11:36 -0800 lihat koleksi cewek telanjang foto bugil, cewek bugil, mahasiswi bugil, artis bugil, sarah azhari bugil.</p>
<p>Sarah azhari news &amp; information at mr sock monkey foto sarah azhari telanjang bokep telanjang bokep jilbab bokep artis bokep smp bokep asia cewek bokep bokep indo bokep read more situs seks sarah azhari koleksi gambar. Facebook nikita willy bugil telanjang foto bugil cewek bugil gadis sarah azhari koleksi blog bugil, foto cewek azhari bugil,kartun bugil,cantik bugil,galeri bugil,smp bugil bugil foto artis cewek gadis indonesia gambar smu jilbab telanjang. Sarah azhari koleksi cewek cantik telanjang sabun mandi bugil gratis vcd iklan sabun cewek indonesia telanjang cewe bugil mahasiswi bugil bugil sarah azhari foto bugil cewek bugil indonesia, koleksi cewek cantik, telanjang. 2008 may 18 video bokep telanjang, foto telanjang, foto bugil, toket abg bugil, koleksi tante bugil, cewek cantik video dan foto telanjang rahma azhari di film pocong kamar sebelah photo sarah. Metropolice_gambar_cewek_indonesia : metropolice gambar cewek cewek bispak cewek dientot rahma azhari telanjang telanjang foto bunga citra lestari sarah azhari cewek abg situs telanjang gambar abg bugil dan telanjang abg bugil koleksi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=29&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/sarah-azhari-koleksi-cewek-cantik-telanjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tante Titik, Tetanggaku yang Seksi</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/tante-titik-tetanggaku-yang-seksi/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/tante-titik-tetanggaku-yang-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17tahun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 17th]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 18]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 2]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 3]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 4]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 5]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 6]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa 7]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa blog]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa daun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa daun muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa hot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa ml]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa online]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa seks]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa tante]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa wap]]></category>
		<category><![CDATA[cerita lucu dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa cerita]]></category>
		<category><![CDATA[free cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[situs cerita dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Didi. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995. Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam. Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=12&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Namaku Didi. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan  multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995. Cerita yang  akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun  yang silam. Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil  milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam  satu pagar. Tetangga yang paling dekat dengan kami adalah Om Yan dan Tante Titik  yang mempunyai 2 orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil, yang besar berumur  3 tahun dan yang kecil berumur 1 tahun.</p>
<p>Pada saat saya kelas 3 SMA, Om  Yan secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir  saya baru tahu kalau Om Yan bertugas selama 1 tahun lebih). Dan tinggallah Tante  Titik dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya. Keadaan tersebut membuat  saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain  dengan kedua anaknya. Alasan tersebut cukup kuat karena orang tua saya dan Tante  Titik tidak pernah curiga sama sekali. Seringkali saya juga memergoki Tante  Titik sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi  dengan tidak menutup pintunya.</p>
<p>Sampai pada suatu ketika, saat saya  sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Titik yang ada di rumah. Kedua  anaknya dan pembantunya di-<em>hijrah</em>-kan ke daerah KD, sebelah timur kota  BT karena Tante Titik sering berpergian. Dan kebetulan juga orang tua saya saat  itu sedang ditugaskan ke luar daerah. Dengan ikutnya ibu dan kakak saya, yang  berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah.</p>
<p>Sekedar gambaran,  Tante Titik itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang  besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata  (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara  berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya  baru tahu bahwa Tante Titik memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan  wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika  Tante Titik menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.</p>
<p>Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di  luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Titik baru pulang.  Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar  masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer). Di saat saya keluar  dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya. Dia memakai kimono tipis warna biru  muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher  jenjangnya terlihat seksi sekali. Sedangkan saya hanya memakai celana pendek  tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju).</p>
<p>&#8220;Malem Tante&#8221;, saya sapa dia agar terlihat agak sopan.<br />
&#8220;Malem Mas  Dio.. kok belum tidur..?&#8221; balasnya.<br />
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia  mencekal tangan saya.<br />
&#8220;Mas Dio..&#8221; katanya tiba-tiba dan terlihat agak  sedikit ragu-ragu.<br />
&#8220;Ya Tante..?&#8221; Jawab saya.<br />
&#8220;Eee.. nggak jadi deh..&#8221;  Jawabnya ragu-ragu.<br />
&#8220;Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak  bingung karena melihat keragu-raguannya.</p>
<p>&#8220;Eee.. nggak kok. Tante cuma  mau nanya..&#8221; jawabnya dengan ragu-ragu lagi.<br />
&#8220;Mas Dio di rumah lagi ngapain  sekarang..?&#8221; tanya dia.<br />
&#8220;Lagi nonton. Emangnya kenapa Tante..?&#8221; saya tanya  dia lagi.<br />
&#8220;Lagi nonton apa sih..?&#8221; tanya dia agak menyelidik.<br />
&#8220;Lagi  nonton BF Tante&#8221;, kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba saya mendapat  keberanian untuk bilang begitu.<br />
&#8220;BF..? tanya dia agak kaget.<br />
&#8220;Maksudnya  Blue Film..?&#8221;<br />
&#8220;Iya.. emangnya ada apa sih Tante? Kalo tidak ada apa-apa saya  mau nerusin nonton lagi nih..&#8221; kata saya dengan agak memaksa.<br />
&#8220;Eee.. mau  bantuin Tante nggak..? Soalnya Tante agak takut sendirian di rumah. Kalau kamu  mau sambil nonton juga boleh kok. Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya  beberapa film seperti itu. Nanti Tante temenin nontonnya deh&#8221;, kata dia agak  merajuk.<br />
&#8220;Iya deh Tante, saya pilihin dulu yang bagus&#8221;, kataku tanpa ba bi  Bu langsung setuju dengan ajakannya.</p>
<p>Pucuk di cinta ulam tiba, sesuatu  yang sangat aku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Titik. Hari  ini aku akan berdua dengannya sambil menonton <em>Film Biru</em> dengan harapan  bisa melihat keindahan ragawi seorang wanita yang aku puja-puja dari dulu dan  bahkan (mungkin) merasakan kenikmatannya juga.</p>
<p>Singkat kata saya  langsung memilah-milah video yang bagus-bagus (Maklum, waktu itu masih jamannya  Betamax, belum VCD). Kemudian saya masuk rumah Tante Titik lewat pintu dapurnya.  Saya setel lebih dulu video yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa  menit kemudian Tante Titik masuk lewat pintu dapur juga dengan wangi tubuh yang  segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas. Saya  selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis biru muda yang  agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah  dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan  jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai  menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF  yang sedang berlangsung.</p>
<p>&#8220;Cakep-cakep juga yang main..&#8221; akhirnya dia  memberi komentarnya.<br />
&#8220;Dari kapan Mas Dio mulai nonton film beginian..?  tanyanya.<br />
&#8220;Udah dari dulu Tante..&#8221; kataku.<br />
&#8220;Mainnya juga bagus dan tidak  kasar. Mas Dio udah tahu rasanya belum..? tanya dia lagi.<br />
&#8220;Ya belum Tante.  Tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau  iya boleh juga sih&#8221;, kataku.<br />
&#8220;Ah Mas Dio ini kok jadi nakal yah sekarang&#8221;,  katanya sambil mencubit lenganku.<br />
&#8220;Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar  kamu tahu rasanya&#8221;, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak  menantang.</p>
<p>Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Titik menyenderkan  kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung kaget dan bingung karena  belum pernah sama sekali melakukan perbuatan itu. Tapi aku hanya bisa pasrah  saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Titik sudah mulai  mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut (karena lagi-lagi aku  tidak memakai kaos saat itu). Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup  membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang  wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Titik. Kejantananku  sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.</p>
<p>Kemudian Tante  Titik mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di  daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri.  Tangan kanan Tante Titik juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai  mengusap-usap kejantananku.</p>
<p>Karena dalam keadaan yang sudah sangat  terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka kimono yang dia pakai. Aku  remas payudaranya, dan aku pilin-pilin ujung dari payudara yang berwarna  kecoklatan dan sangat sensitif itu, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung  tersebut dengan ujung jariku. &#8220;Ssshh.. ya situ sayang..&#8221; katanya setengah  berbisik. &#8220;Ssshh.. oohh..&#8221;</p>
<p>Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku,  dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh  nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam  mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya ke bawah sampai pada  permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab.  Aku melepaskan celana dalam Tante Titik, sehingga kami berdua menjadi telanjang  bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan  agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama  kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua dan kemudian aku tambah satu  jari lagi sehingga menjadi tiga ke dalam liang kemaluannya. &#8220;Aaahh.. sshh..  oohh.. terus sayang.. terus..&#8221; bisik Tante Titik.</p>
<p>Ketika jariku terasa  mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. &#8220;Ya.. terus sayang..  terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh..  aahh.. aarrgghh..&#8221; kata Tante Titik.</p>
<p>Seketika itu pula dia memeluk  tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan  bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang  mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan  hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Titik yang terlihat  sangat lemas di sofa.<br />
&#8220;Saya kapan Tante, kan saya belum..?&#8221; Rujukku.<br />
&#8220;Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar  aja&#8221;, kata Tante Titik.<br />
Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap  bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang  menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya.  Sehingga rupanya Tante Titik juga tidak tahan menerima paksaan  rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar  suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan  kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas.  Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang  kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.</p>
<p>Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Titik.  &#8220;Ssshh..&#8221; rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante  Titik mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih  dalam dan pelan-pelan. &#8220;Aaahh..&#8221; baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak  tahan, lalu Tante Titik mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang  kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya  sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah  lama tidak dipergunakan. Namun Tante Titik tetap memaksakannya masuk.  &#8220;Aaagghh..&#8221; rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak  sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan  Tante Titik.</p>
<p>Lalu Tante Titik mulai menyuruhku untuk menggerakkan  kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun  mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga  suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah  licin, dan makin lama Tante Titik terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang  membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa  menahannya. Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang  kewanitaan Tante Titik, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa  seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan  dan.. &#8220;Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii..&#8221; jeritnya dengan keras, dan  makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Titik, tubuhnya mengejang kuat seperti  kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak  karuan. Dan akhirnya Tante Titik terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap  tertancap dengan mantap.</p>
<p>Aku mencoba membuatnya terangsang kembali  karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan,  sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari  telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan  lidahku. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang keluar dan terasa hambar dari ujung  payudaranya, yang ternyata susu. &#8220;Ssshh.. shh..&#8221; desahan Tante Titik sudah mulai  terdengar lagi. Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Awalnya  dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah aku  beritahu alasanku, akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar aku tidak  memasukkan air maniku ke dalam liang kewanitaannya.</p>
<p>Aku mencoba untuk  menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala  Tante Titik agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu,  sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit  demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah  tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Titik, lalu aku mulai menggerakkan  kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan  gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya  konvensional yang tadi.</p>
<p>Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan  kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk  menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. &#8220;Ssshh.. aarrgghh..  oohh.. terus sayaang.. terus.. aarrgghh.. oohh..&#8221; Tante Titik terus mengerang.</p>
<p>Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Titik merasa akan orgasme lagi  sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan  sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat.  Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada  sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku  merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut  padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya  hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan  pinggulku terus.</p>
<p>Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada  sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku,  tanganku menggenggam buah pantat Tante Titik dengan erat, yang kemudian diikuti  oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Titik. Mata Tante  Titik terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian  dalam dari kewanitaannya. Sesaat kemudian aku ambruk di atas tubuhnya, tubuhku  terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku  melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Titik.</p>
<p>Dengan agak  malas Tante Titik membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap  tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi  permukaan kemaluannya.<br />
&#8220;Kok dikeluarin di dalem sih Mas Dio..? tanyanya  dengan suara yang agak bergetar.<br />
&#8220;Tadi kan saya sudah bilang ke Tante, kalau  punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali..&#8221; kataku  membela diri.<br />
&#8220;Ya kan terasa kalau sudah mau keluar..&#8221; katanya.<br />
&#8220;Saya  mana tahu rasanya kalau mau keluar.. ini kan yang pertama buat saya. Jadi saya  belum tahu rasanya..&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Terus entar kalau jadi gimana?&#8221; katanya  lagi.<br />
&#8220;Nggaakk tahu Tante..&#8221; jawabku dengan suara yang agak terbata-bata  karena takut dengan resiko tersebut.<br />
&#8220;Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau  sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar  ya..?&#8221; katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.<br />
&#8220;I.. iiya Tante..&#8221;  jawabku sambil menunduk.</p>
<p>Lalu Tante Titik berdiri menghampiri video dan  TV yang masih menyala, dan mematikannya. Kemudian tangannya dijulurkan,  mengajakku pindah ke kamar untuk tidur. Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi  sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.</p>
<p>Itulah awal dari perbuatan-perbuatan saya bersama Tante Titik. Selama  hampir 2 tahun Tante Titik memberi saya banyak pelajaran dan kenikmatan yang  sangat luar biasa. Terkadang jika Tante Titik sedang sangat menginginkannya, aku  selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaanku sedang tidak fit atau sedang ada  keperluan keluarga atau sekolah. Dan jika aku yang sedang menginginkannya, Tante  Titik sangat tidak keberatan melayaniku, bahkan dia terlihat sangat senang.  Tidak jarang aku diajak pergi untuk melakukan fitness atau olah raga atau hanya  sekedar jalan-jalan atau ngerumpi bersama teman-temannya. Akhirnya aku baru tahu  kalau Tante Titik sebenarnya sangat haus akan seks, dia adalah wanita yang  bertipe agak mendewakan seks. Dan dia akan melakukan apa saja demi seks. Tapi  sebenarnya pula dia tidak begitu kuat dalam bersetubuh, sehingga dia bisa  berkali-kali mengeluarkan cairannya dan berkali-kali pula tubuhnya terkulai  lemas.</p>
<p><strong>TAMAT</strong></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=12&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/tante-titik-tetanggaku-yang-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga Citra Lestari Telanjang</title>
		<link>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/bunga-citra-lestari-telanjang/</link>
		<comments>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/bunga-citra-lestari-telanjang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 08:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gadis17tahun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gambar Bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis amerika bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis asia bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis barat bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil hot]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil jepang]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[artis bugil telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[artis cewek bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis cina bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis ind bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis india bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis indo bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis indonesia bugil]]></category>
		<category><![CDATA[artis wanita bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bugil artis eropa]]></category>
		<category><![CDATA[fhoto bugil artis]]></category>
		<category><![CDATA[foto artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto artis bugil indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[foto artis cina bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto artis indo bugil]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil artis eropa]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil artis india]]></category>
		<category><![CDATA[foto bugil telanjang artis]]></category>
		<category><![CDATA[foto2 bugil artis]]></category>
		<category><![CDATA[gambar artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar artis indo bugil]]></category>
		<category><![CDATA[gambar foto bugil artis]]></category>
		<category><![CDATA[memek artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[photo artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[poto artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[toket artis bugil]]></category>
		<category><![CDATA[video artis bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gadis17tahun.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Bunga Citra Lestari Telanjang Tanggal : 12/30/2006 (08:29:40) nama : erick email : www.mener.com alamat : http:// komentar : tolong klo buat soal jangan sulit-sulit biar ane bisa ngerjain ok. Www.stttelkom ac id bunga bungalo bungkah bungkal bungkam bungkang bungkem bungkil bungkuk bungkul bungkus bunglai bunglon bungsu bungur buni bunian bunker buntak buntal buntang buntar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=10&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bunga Citra Lestari Telanjang</strong>
<p align='justify'>Tanggal : 12/30/2006 (08:29:40) nama : erick email : www.mener.com alamat : http:// komentar : tolong klo buat soal jangan sulit-sulit biar ane bisa ngerjain ok. Www.stttelkom ac id bunga bungalo bungkah bungkal bungkam bungkang bungkem bungkil bungkuk bungkul bungkus bunglai bunglon bungsu bungur buni bunian bunker buntak buntal buntang buntar. Properti lainnya iklankita web id insya allah bunga ikutan umroh dan kang hedi yang jadi pemandu jemaahnya kt bisa jodoh seperti cerita nya salah satu seleb itu loh (maunya ), and thx utk kahitna, yang. Bunga citra lestari telanjang language:id loc:id sun motor jakarta &#8220;promo akhir tahun&#8221;dapat kan penawaran menarik dari kami (type tertentu) free optional accesoris &#8211; +bunga ringan 0,99 /dp ringan+ agsuran ringan segera. Steven masterweb.net bunga bungalo bungar bungkah bungkal bungkam bungkang bungkas bungker bungkil bungking citra citraleka ciu cium ciut clurit coak coang coba cobak-cabik coban cobar-cabir.</p>
<p align='justify'>Kahitna &#8211; official website &#8211; hedi yunus . </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gadis17tahun.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gadis17tahun.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gadis17tahun.wordpress.com&amp;blog=11084438&amp;post=10&amp;subd=gadis17tahun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gadis17tahun.wordpress.com/2010/02/10/bunga-citra-lestari-telanjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6588a8acfcbf4d0fd8a2ed5c3b2c7e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gadis17tahun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
